JAVANESE-ISLAMIC EXPRESSIVE ACCULTURATION: STUDY OF SOCIAL RELIGIOUS PHENOMENON IN PARE
Abstrak
Kajian tentang Islam-Jawa bersifat sangat dinamis menyesuiakan dengan situasi dan kondisi perkembangan pemahaman keagamaan, sehingga memunculkan sikap ekpresif dalam merepresentasikan pemahaman keagamaan. Ekspresi tersebut memperebutkan ruang negoisasi dalam kultur masyarakat, juga sebagai jalan tengah diantara ajaran agama Islam dan Jawa. Dalam ruang lingkup masyarakat Jawa, slametan merupakan roh dari ritus peribadatan. Slametan juga menjadi salah satu sarana ekspresi dan negoisasi masyarakat Jawa atas kejadian-kejadian Alam. Slametan juga sebagai bentuk ekspresi kaum santri yang telah meng-alkuturasikan budaya slametan yang sesuai dengan ajaran Islam sehingga slametan sebagai modal capital santri dalam mengekspesikan pemahaman keagamaan.
Referensi
Mark R. Woodward and Damardjati Supadjar, Islam Jawa: Kesalehan Normatif versus Kebatinan, Cet. 1 (Yogyakarta: LKiS, 1999)
Andrew Beatty, Varieties of Javanese Religion: An Anthropological Account, Cambridge Studies in Social and Cultural Anthropology 111 (Cambridge, U.K. ; New York: Cambridge University Press, 1999
M. Bambang Pranowo, Memahami Islam Jawa, Cet. 1 (Ciputat, Tangerang: Kerja sama Pustaka Alvabet dan Indonesian Institute for Society Empowerment (INSEP), 2009)
M. C Ricklefs, F. X. Dono Sunardi, and Satrio Wahono, Mengislamkan Jawa: sejarah Islamisasi di Jawa dan penentangnya dari 1930 sampai sekarang, 2013
Zaini Muchtarom, Islam di Jawa dalam perspektif santri & abangan (Jakarta: Salemba Diniyah, 2002)
Amanah Nurish and Ahmala Arifin, Agama Jawa: setengah abad pasca-Clifford Geertz, 2019
Rizem Aizid, Islam Abangan & Kehidupannya, Cetakan pertama (Banguntapan, Yogyakarta: Dipta, 2015)
A. Kholil, “AGAMA DAN RITUAL SLAMETAN: Deskripsi-Antropologis Keberagamaan Masyarakat Jawa,” El-HARAKAH (TERAKREDITASI) 1, no. 1 (April 30, 2009):., https://doi.org/10.18860/el.v1i1.424.
Andrew Beatty, “Adam and Eve and Vishnu: Syncretism in the Javanese Slametan,” The Journal of the Royal Anthropological Institute 2, no. 2 (June 1996): hlm. 4., https://doi.org/10.2307/3034096.
Yon Machmudi, “THE EMERGENCE OF NEW SANTRI IN INDONESIA,” JOURNAL OF INDONESIAN ISLAM 2, no. 1 (June 1, 2008): https://doi.org/10.15642/JIIS.2008.2.1.69-102.
Ahmad Muhakamurrohman, “PESANTREN: SANTRI, KIAI, DAN TRADISI,” IBDA` : Jurnal Kajian Islam dan Budaya 12, no. 2 (2014):., https://doi.org/10.24090/ibda.v12i2.440.
Ahmad Najib Burhani, “GEERTZ’S TRICHOTOMY OF ABANGAN, SANTRI, AND PRIYAYI: Controversy and Continuity,” JOURNAL OF INDONESIAN ISLAM 11, no. 2 (December 4, 2017): https://doi.org/10.15642/JIIS.2017.11.2.329-350.
Islamisasi Dan Deislamisasi Kebudayaan Jawa - INSISTS,” accessed September 18, 2020, https://insists.id/islamisasi-dan-deislamisasi-kebudayaan-jawa-2
Islamisasi Jawa (I) | Republika Online,” accessed September 18, 2020, https://republika.co.id/berita/kolom/resonansi/12/10/25/mcg210-islamisasi-jawa-i.






.jpg)



