NAFS AL-MUṬMA’INNAH DALAM QS. AL-FAJR AYAT 27–30; DIMENSI TEOLOGIS, ETIS, DAN ESKATOLOGIS DALAM TAFSIR AL-MISBAH
Abstract
Ketenangan jiwa merupakan persoalan penting dalam kehidupan manusia karena berkaitan dengan kemampuan menghadapi perubahan, tekanan, dan persoalan kehidupan. Al-Qur’an menyebut kondisi jiwa yang tenang dengan istilah nafs al-muṭma’innah, terutama dalam QS. al-Fajr ayat 27–30. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep nafs al-muṭma’innah berdasarkan penafsiran M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah serta merumuskan dimensi konseptual yang terkandung dalam rangkaian ayat tersebut. Penelitian menggunakan library research dengan sumber primer Al-Qur’an dan Tafsir Al-Misbah, sedangkan sumber sekunder berupa kitab tafsir, kamus Arab, buku, artikel jurnal, dan penelitian terdahulu. Analisis dilakukan secara deskriptif-interpretatif melalui identifikasi istilah kunci, pembacaan penafsiran, pemetaan hubungan antarayat, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nafs al-muṭma’innah bukan sekadar keadaan psikologis yang bebas dari kegelisahan, melainkan kemantapan spiritual yang terbentuk melalui iman, zikir, pengendalian diri, ikhtiar, dan rida terhadap ketentuan Allah. QS. al-Fajr ayat 27–30 membentuk struktur ketenangan melalui empat tahap: panggilan kepada jiwa yang tenang, kembali kepada Tuhan dalam keadaan rida dan diridai, masuk ke dalam golongan hamba Allah, dan memperoleh orientasi akhirat berupa surga. Dari struktur tersebut dirumuskan tiga dimensi utama: teologis sebagai fondasi, etis sebagai manifestasi, dan eskatologis sebagai orientasi akhir. Konsep ini menunjukkan bahwa ketenangan Qur’ani bersifat integratif dan transformatif.
References
Al-Ghazali. Ihya’ ‘Ulum al-Din. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Al-Baqi, Muhammad Fuad ‘Abd. Al-Mu‘jam al-Mufahras li Alfaz al-Qur’an al-Karim. Beirut: Dar al-Fikr, 1994.
Daradjat, Zakiah. Kesehatan Mental. Jakarta: Gunung Agung, 1982.
Dzulqarnain, Iskandar. Implikasi Tilawah Al-Qur’an terhadap Ketenangan Hati Perspektif Tafsir Al-Misbah. Tesis. Surabaya: Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya, 2018.
Ghofur, Saiful Amin. Rahasia Dzikir dan Doa. Yogyakarta: Darul Hikmah, 2013.
Humaira. Upaya Memperoleh Ketenangan Jiwa dalam Perspektif Al-Qur’an: Studi Deskriptif Tafsir-Tafsir Tematik. Skripsi. Banda Aceh: UIN Ar-Raniry, 2019.
Mujib, Abdul, dan Yusuf Mudzakir. Nuansa-Nuansa Psikologi Islam. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2020.
Munawwir, A.W., dan Muhammad Fairuz. Kamus Al-Munawwir Versi Indonesia-Arab. Surabaya: Pustaka Progressif, 2007.
Nawawi, Sarihat Cihat. “Rahasia Ketenangan Jiwa dalam Al-Qur’an: Kajian Tafsir Tematik.” MAGHZA: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 6, no. 1 (2021).
Quraish Shihab, M. Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati, 2002.
Shihab, M. Quraish. Secercah Cahaya Ilahi: Hidup Bersama Al-Qur’an. Bandung: Mizan, 2007.
Shihab, M. Quraish. Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Tematik atas Pelbagai Persoalan Umat. Bandung: Mizan, 2007.
Rizqi, Ari Kurniawan. Konsep Ketenangan Jiwa Menurut M. Quraish Shihab: Studi Tafsir Al-Misbah. Skripsi. Ponorogo: IAIN Ponorogo, 2022.
Rahila, Anati. “Pengaruh Dzikir dan Ketenangan Jiwa Berdasarkan Perspektif Psikologi.” Feelings: Journal of Counseling and Psychology 2, no. 1 (2025).
Styawati, Yuslia, dan Mubaidi Sulaeman. “Perang Salib dan Dampaknya Pada Dunia.” Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam 18, no. 2 (2020).
Yunus, Mahmud. Kamus Bahasa Arab Indonesia. Jakarta: Hidakarya Agung, 1989.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





.jpg)



