NALAR KRITIS KEMAKSUMAN IMAM ; Studi Tafsir Al Mizan Karya al Thabathaba’i Tentang Imamah

  • Misbachul Munir Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk
  • Nur Rahma Shanty Mahasiswa Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk
  • M. Luqman Hakim Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk
Keywords: Imamah, Maksum, Syiah, Al Mizan, Thabathaba’i

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kemaksuman imam (‘iṣmah al-imāmah) dalam perspektif Syiah melalui penafsiran Muhammad Husein Thabathaba’i dalam Tafsir al-Mīzān. Perbedaan teologis antara Syiah dan Sunni, khususnya terkait doktrin imamah, telah menjadi isu penting dalam diskursus keislaman dan kerap memicu konflik di berbagai wilayah, termasuk Indonesia. Salah satu doktrin fundamental Syiah adalah keyakinan bahwa imam memiliki sifat maksum, yaitu terjaga dari dosa dan kesalahan, yang diposisikan sebagai bagian dari prinsip dasar agama. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan tematik (maudhu’i), dengan menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan imamah sebagaimana ditafsirkan dalam Tafsir al-Mīzān.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Thabathaba’i memandang imamah sebagai anugerah ilahi yang diberikan kepada individu terpilih setelah melalui serangkaian ujian spiritual, sebagaimana tercermin dalam penafsiran QS. al-Baqarah [2]: 124. Ia menegaskan bahwa imam memiliki pengetahuan mendalam tentang realitas metafisik (malakūt) serta memperoleh kemaksuman sebagai karunia Allah (al-mauhubah). Konsep ini selaras dengan doktrin Syiah yang menempatkan imam sebagai otoritas spiritual dan intelektual tertinggi dalam membimbing umat. Selain itu, corak penafsiran Thabathaba’i menunjukkan pengaruh kuat latar belakang mazhabnya, yang dipadukan dengan pendekatan filosofis. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperjelas konstruksi teologis konsep kemaksuman imam dalam tafsir Syiah serta relevansinya dalam kajian keislaman kontemporer.

 

References

Al Ausi, Ali. 1985. Al Thabathaba’i wa Manhajuhu fi Tafsirihi al Mizan. Teheran: Mu’awaniyah al Ri’asah Li al-‘Alaqah al-Dauliyyah Fi Manzamah al-A’lam al-Islami.
Al Husaini al Milani, Ali. 1421 H. al Ashmah. Iran : Markaz al Abhas Al Aqaidiyah.
‘Alawiyah, Shafiah. 2008. Doa dan Munajat ali bin abi thalib, terjm. Abdul Halim, S.Ag. Jakarta: Pustaka Iman.
Bin Abdullah bin ‘Ali al Qofari, Nasir. 1994. Ushul Madzhab al Syi’ah.
Husain Thabathaba’i, Muhammad. 1992. Inilah Islam, Upaya Memahami Seluruh Konsep Islam Secara Mudah. Jakarta: Pustaka Hidayah.
____________________________. 1997. al-Mizan fi Tafsir al-Qur’an. Beirut: Muassasah al-A’lam li al-Matbu’at.

Husayn Nasr, Sayyid. 1989. “Kata Pengantar” dalam karya Thabathaba’i, Islam Syi`ah Asal-Usul dan Perkembangannya. terjemahan M. Wahyudin. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
Iyazi, Ali. 1994. al-Mufassirun Hayatuhum wa Manhajuhum. Teheran: Mu`assasah al Tiba’ah Wa al-Nashr.
Muhammad bin Mukrim, Jamaludin. Lisan al Arab. Beirut : Dar al Shodir.
Ridho Mudzoffar, Muhammad. 1422 H. Aqaid al Imamiyah. Iran: Markaz al Abhas Al Aqaidiyah.
Shihab, M. Quraish. 2013. Wawasan Al Qur’an Tafsir Tematik atas Pelbagai Persoalan Umat. Bandung : Mizan.
Taimiyah, Ibn. Minhaj al Sunnah Li Ibnu Taimiyah.
www.voa-islam.com, Perang Antara Sunni – Syiah Di Irak Semakin Dahsyat, diakses tanggl 11/22/2016
Published
2026-03-23
How to Cite
Misbachul Munir, Nur Rahma Shanty, & M. Luqman Hakim. (2026). NALAR KRITIS KEMAKSUMAN IMAM ; Studi Tafsir Al Mizan Karya al Thabathaba’i Tentang Imamah. Jurnal Ilmiah Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam Dan Tasawuf, 12(1), 122-137. https://doi.org/10.53429/spiritualis.v12i1.2323