PERANAN AKAL DAN WAHYU DALAM PEMIKIRAN ISLAM
Abstrak
Tulisan ini membahas bagaimana akal dan wahyu memiliki peran dalam khazanah pemikiran Islam. Jenis penelitian yang digunakan adalah library research dengan mengumpulkan data-data dari pustaka, baik data yang bersifat primer maupun sekunder. Kemudian data yang telah dikumpulkan dianalisa dengan analisa data deskriptif analitis untuk menyajikan hingga mendapatkan kesimpulan yang utuh. Penelitian ini menghasilkan setidaknya tiga pokok utama yakni: pertama, akal memiliki perhargaan yang tinggi dalam Al-Qur’an di antaranya adalah perintah kepada manusia untuk berfikir. Kedua, dalam perspektif teologis, akal dan wahyu diberikan masing-masing porsinya, Mu’tazilah dengan porsi akal lebih besar dan Asy’ariyah dengan porsi akal lebih kecil disbanding wahyu. Ketiga, dalam perspektif filosof, akal dan wahtu adalah dua hal yang berkesesuaian sebagaimana pandangan Ibn Rusyd dan al-Kindi.
Referensi
Nasution, Harun. Akal Dan Wahyu Dalam Islam. Jakarta: UI Press, 2011.
———. Teologi Islam, Aliran-Alira, Sejarah, Analisa, Dan Perbandingan. Jakarta: UI Press, 1986.
Nata, Abuddin. Ilmu Kalam, Filsafat, Dan Tasawuf. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2001.
Poerwantana. Seluk Beluk Filsafat Islam. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1994.
Shihab, Quraish. Ensiklopedia Al-Qur`an: Kajian Kosakata. Jakarta: Lentera Hati, 2007.
Sya’rawi, Mutawalli. Tafsir Asy-Sya’rawi. Cairo: Dar Ikbar al-Yaum, 1991.
Wardani. Filsafat Islam Sebagai Filsafat Humanis-Profetik. Banjarmasin: IAIN Antasari Press, 2015.
Ya’qub, Hamzah. Filsafat Agama, Titik Temu Akal Dengan Wahyu. Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 1992.






.jpg)



