Makna Tradisi Nyebuh dalam Budaya Madura Di Desa Sungai Jawi Kota Pontianak

  • Fitri Andriyani Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

الملخص

Tulisan ini menganalisis tradisi Nyebuh dengan menjelaskan deskripsi dan makna pelaksanaan tradisi Nyebuh di wilayah Madura dengan mengambil area penelitian di Desa Sungai Jawi Dalam, Kecamatan Pontianak Barat. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif. Data diekstraksi dalam pemahaman yang mendalam dan komprehensif. Data penelitian ini diperoleh melalui observasi partisipan dan pengumpulan sumber bacaan, literatur, jurnal, buku dan media cetak online yang berkaitan dengan penelitian ini. Peneliti juga melakukan wawancara dengan masyarakat Madura yang terlibat langsung dalam pelaksanaan tradisi Nyebuh di desa Sungai Jawi Dalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan tradisi Nyebuh adalah upacara atau memperingati seribu hari kematian. Kegiatan ini dipenuhi dengan keselamatan dan merupakan yang terakhir atau penutup dari beberapa keselamatan sebelumnya. Namun, bukan berarti keluarga yang berduka lupa dan tidak mendoakan mereka, namun keselamatan akan tetap dilakukan melalui kegiatan lain. Tradisi ini masih diturunkan dari generasi ke generasi di masyarakat Madura dan dilestarikan dalam setiap perayaan kematian yang diadakan, karena mengandung kesucian yang tidak dapat digantikan oleh yang lain, serta bentuk cinta dan ketulusan dari keluarga kepada roh yang akan mengucapkan selamat tinggal dan pergi selamanya.

المراجع

Ainorrofiqie, Ainorrofiqie. “Akuntansi Tradisi Lalabet di Desa Babbalan Kecamatan Batuan Kabupaten Sumenep dalam Perspektif Syariah.” Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, 2021.
Al-Amri, Limyah, dan Muhammad Haramain. “Akulturasi Islam Dalam Budaya Lokal.” KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan 10, no. 2 (2017): 87–100.
Bahari, Yohanes. “MODEL RESOLUSI KONFLIK BERASASKAN ADAT DI KALANGAN KOMUNITI MELAYU DAN MADURA DI KALIMANTAN BARAT.” Borneo Research Journal 2 (2008): 185–196.
Muqoyyidin, Andik Wahyun. “Dialektika Islam dan Budaya Lokal Jawa.” IBDA: Jurnal Kajian Islam dan Budaya 11, no. 1 (2013): 1–18.
Nasrullah, Nasrullah. “Islam Nusantara: Analisis Relasi Islam Dan Kearifan Lokal Budaya Madura.” Al-Irfan: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies 2, no. 2 (2019): 274–297.
Normalia, Normalia. “Bejemuk: Tradisi Ritual Pada Masyarakat Madura Di Desa Sungai Segak Sebangki Landak.” Balale’: Jurnal Antropologi 1, no. 1 (n.d.): 21–28.
PENYUSUN, T I M. TAHLIL DAN KEMENYAN. ESA Press, n.d.
Razzak, Achmad Zakki Abdur, dan Ah Mutam Muchtar. “Tradisi Sandor: Konstruksi Makna Keberagamaan Masyarakat Gresik Putih Gapura Sumenep Madura.” Jurnal Pemikiran dan Ilmu Keislaman 1, no. 2 (2018): 437–465.
Ruslan, Ismail. Sosio Ekonomi Etnis di Kalimantan Barat. Pontianak: IAIN Pontianak Press, 2018.
Siburian, Ayu Lusoi M, dan Waston Malau. “Tradisi Ritual Bulan Suro pada Masyarakat Jawa di Desa Sambirejo Timur Percut Sei Tuan.” Gondang: Jurnal Seni dan Budaya 2, no. 1 (2018): 28–35.
Syarif, Syarif. “RELASI TRADISI SUNNI SYIAH Studi atas Tajhin Ressem pada Masyarakat Madura di Kota Pontianak.” Islamuna: Jurnal Studi Islam 4, no. 1 (2017): 112–145.
Wawancara
Wawancara dengan Abdul Hamid (Penulis Buku) pada tanggal 30 Desember 2021.
Wawancara dengan Mbah Ndut (Masyarakat Madura) pada tanggal 01 Februari 2022.
Wawancara dengan Ibu Mardiana (Masyarakat Madura) pada tanggal 5 Februari 2022.
منشور
2022-09-29
كيفية الاقتباس
Andriyani, F. (2022). Makna Tradisi Nyebuh dalam Budaya Madura Di Desa Sungai Jawi Kota Pontianak. Jurnal Ilmiah Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam Dan Tasawuf, 8(2), 186-197. https://doi.org/10.53429/spiritualis.v8i2.472