MENDAMAIKAN PERDEBATAN KAIDAH AL-SAHABAH KULLUHUM UDUL

MENDAMAIKAN PERDEBATAN KAIDAH AL-SAHABAH KULLUHUM UDUL

  • Zaenal Hamam
  • Misbachul Munir penulis

Abstract

Abstrak

Kitab Alquran dan hadis  adalah dokumen ajaran Islam yang bersumber dari wahyu. Alquran menjelaskan bahwa apa yang diucapkan Nabi Muhammad saw. itu tidak menurut kemauan hawa nafsunya, melainkan hanyalah wahyu yang diwahyukan sehingga kedudukan keduanya (Alquran dan hadis). Meskipun berasal dari sumber yang sama (shāriʻ), Alquran dan hadis memiliki beberapa perbedaan. Perbedaan utamanya adalah masalah autentisitas. Alquran semua ayatnya diriwayatkan secara mutawatir dan terdokumentasikan dengan sangat baik,sedangkan hadis kebanyakan diriwayatkan secara ahad dan karena itu, kesahihannya disyaratkan harus diriwayatkan oleh perawi yang thiqqah.

Kredibelitas sahabat Nabi saw. sebagai perawi pertama menjadi pembahasan penting dalam kajian hadis. Dalam hal ini, mayoritas ulama menyatakan, “al-ahābah kulluhum ʻudūl”, dengan argumentasinya, pun demikian dengan sebagian ulama lain menyangsikan kaidah ini juga dengan argumentasinya. Oleh karena itu, hal yang akan dibahas dalam artikel ini meliputi :Apa argumentasi ulama yang menyatakan “al-ahābah kulluhum ʻudūl”?.Apa argumentasi ulama yang menyatakan keberatan atas kaidah “al-ahābah kulluhum ʻudūl” dan kemudian pada akhirnya membahas bagaimana mengkompromikan dua argumen dimaksud?

Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan jenis penilitan kepustakaan (library research) dengan fokus penelitan pada pembahasan argumentasi kedua kelompok tersebut untuk kemudian dikomparasikan sehingga menemukan titik temu diantara keduanya, oleh karena itu pendekatan yang digunakan dalam penelitian dini adalah studi komparatif, dimana merupakan studi dua faktor yang di bandingkan untuk menemui hasilnya.

Penelitian ini mengurai tiga masalah, pertama: argumentasi kelompok yang mengakui kaidah al-ahābah kulluhum ʻudūl, kedua, argumentasi kelompok yang menyangsikan kaidah al-ahābah kulluhum ʻudūl, dan ketiga, hasil analisis dalil kedua kelompok yang tersimpulkan bahwa al-ahābah kulluhum ʻudūl kecuali dibuktikan jelas-jelas sebaliknya.

References

Abstrak
Kitab Alquran dan hadis adalah dokumen ajaran Islam yang bersumber dari wahyu. Alquran menjelaskan bahwa apa yang diucapkan Nabi Muhammad saw. itu tidak menurut kemauan hawa nafsunya, melainkan hanyalah wahyu yang diwahyukan sehingga kedudukan keduanya (Alquran dan hadis). Meskipun berasal dari sumber yang sama (shāriʻ), Alquran dan hadis memiliki beberapa perbedaan. Perbedaan utamanya adalah masalah autentisitas. Alquran semua ayatnya diriwayatkan secara mutawatir dan terdokumentasikan dengan sangat baik,sedangkan hadis kebanyakan diriwayatkan secara ahad dan karena itu, kesahihannya disyaratkan harus diriwayatkan oleh perawi yang thiqqah.
Kredibelitas sahabat Nabi saw. sebagai perawi pertama menjadi pembahasan penting dalam kajian hadis. Dalam hal ini, mayoritas ulama menyatakan, “al-Ṣahābah kulluhum ʻudūl”, dengan argumentasinya, pun demikian dengan sebagian ulama lain menyangsikan kaidah ini juga dengan argumentasinya. Oleh karena itu, hal yang akan dibahas dalam artikel ini meliputi :Apa argumentasi ulama yang menyatakan “al-Ṣahābah kulluhum ʻudūl”?.Apa argumentasi ulama yang menyatakan keberatan atas kaidah “al-Ṣahābah kulluhum ʻudūl” dan kemudian pada akhirnya membahas bagaimana mengkompromikan dua argumen dimaksud?
Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan jenis penilitan kepustakaan (library research) dengan fokus penelitan pada pembahasan argumentasi kedua kelompok tersebut untuk kemudian dikomparasikan sehingga menemukan titik temu diantara keduanya, oleh karena itu pendekatan yang digunakan dalam penelitian dini adalah studi komparatif, dimana merupakan studi dua faktor yang di bandingkan untuk menemui hasilnya.
Penelitian ini mengurai tiga masalah, pertama: argumentasi kelompok yang mengakui kaidah al-Ṣahābah kulluhum ʻudūl, kedua, argumentasi kelompok yang menyangsikan kaidah al-Ṣahābah kulluhum ʻudūl, dan ketiga, hasil analisis dalil kedua kelompok yang tersimpulkan bahwa al-Ṣahābah kulluhum ʻudūl kecuali dibuktikan jelas-jelas sebaliknya.
Published
2023-09-11
How to Cite
Zaenal Hamam, & Misbachul Munir. (2023). MENDAMAIKAN PERDEBATAN KAIDAH AL-SAHABAH KULLUHUM UDUL. Jurnal Ilmiah Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam Dan Tasawuf, 9(2), 279-300. https://doi.org/10.53429/spiritualis.v9i2.724