Batas Epistemologis Kasyf dalam Autentisitas Hadis: Kritik Sanad, Matan, dan Perawi terhadap Riwayat Yaqẓah

  • Muhamad said Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Abstrak

Abstrak

Artikel ini mengkaji batas epistemologis kasyf sebagai sumber pengetahuan keagamaan dalam kaitannya dengan otentisitas hadis, dengan menjadikan riwayat pertemuan yaqẓah Sayyid Aḥmad bin ‘Alī Baḥr al-Qadīmī dengan Nabi Muhammad saw. dalam Tadzkir al-Nās sebagai studi kasus. Menggunakan metode kualitatif berjenis penelitian kepustakaan dengan pendekatan epistemologis, komparatif, dan kritik hadis, penelitian ini mempertemukan epistemologi sufistik (kasyf) dengan epistemologi muhaddithīn (sanad dan kritik matan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa riwayat tersebut tidak memiliki sanad yang dapat ditelusuri, sementara kritik matan hanya menemukan kesesuaian umum dengan Al-Qur’an dan hadis tanpa penguat tekstual yang spesifik. Penelusuran historis terhadap sosok Sayyid Aḥmad al-Qadīmī juga menemukan minimnya data biografis yang independen, sehingga eksistensi historisnya belum dapat diverifikasi secara memadai. Penelitian menyimpulkan bahwa kasyf tidak memiliki otoritas metodologis untuk menggantikan fungsi sanad dalam menetapkan tsubūt hadis, dan lebih tepat diposisikan sebagai pengalaman konfirmatif-hermeneutik terhadap hadis yang telah memiliki dasar historis, bukan sebagai sumber independen bagi lahirnya matan baru.

 

Referensi

al-A‘ẓamī, Muḥammad Muṣṭafā. Studies in Ḥadīth Methodology and Literature. Kuala Lumpur: Islamic Book Trust, 1977.

Afifi, A. E. Filsafat Mistis Ibnu ‘Arabi. Jakarta: Gaya Media Pratama, 1995.

al-‘Aṭṭās, Aḥmad bin Ḥasan. Tadzkir al-Nās: Majmū‘ Kalām al-Ḥabīb Aḥmad bin Ḥasan al-‘Aṭṭās wa Abī Bakr al-‘Aṭṭās al-Ḥabsyī. Ḥuraidah: Maṭba‘ah Ma‘had Ḥuraidah–Maktabah al-Ma‘rūf, t.t.

Atabik, Ahmad. “Epistemologi Hadis: Melacak Sumber Otentitas Hadis.” Religia 13, no. 2 (Oktober 2010): 222.

al-Baghdādī, Abū Bakr Aḥmad bin ‘Alī al-Khaṭīb. al-Jāmi‘ li Akhlāq al-Rāwī wa Ādāb al-Sāmi‘. Jil. 2.

Berger, Peter L., and Thomas Luckmann. The Social Construction of Reality: A Treatise in the Sociology of Knowledge. New York: Anchor Books, 1966.

Billah, Rodina, dan Muhid. “Orisinalitas Hadis Ulama Sufi melalui Metode Kasyf Perspektif Imam al-Suyuti.” IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman 8, no. 2 (2024): 292–309.

Bloch, Marc. The Historian’s Craft. Diterjemahkan oleh Peter Putnam. New York: Alfred A. Knopf, 1953.

Brown, Jonathan A. C. “How We Know Early Hadith Critics Did Matn Criticism and Why It’s So Hard to Find.” Islamic Law and Society 15, no. 2 (2008): 143–184.

Brown, Jonathan A. C. Hadith: Muhammad’s Legacy in the Medieval and Modern World. Edisi ke-2. London: Oneworld Publications, 2017.

al-Bukhārī, Muḥammad ibn Ismā‘īl. Ṣaḥīḥ al-Bukhārī. Kitāb al-Riqāq, Bāb al-Tawāḍu‘, hadis no. 6502.

Chittick, William C. The Sufi Path of Knowledge: Ibn al-‘Arabi’s Metaphysics of Imagination. Albany: State University of New York Press, 1989.

al-Ḥafanī, ‘Abd al-Mun‘im. Mu‘jam Muṣṭalaḥāt al-Ṣūfiyyah. Beirūt: Dār al-Masīrah, 1987.

Handayani, BQ. Citra, Nurul Hidayati, dan Mohamad Zaki. “Teori dan Metode Otentisitas Hadis.” TAMADDUN: Jurnal Ilmu Sosial, Seni, dan Humaniora.

al-Ḥasanī, Sayyid Muḥammad ibn ‘Alawī al-Mālikī. al-Qawā‘id al-Asāsiyyah fī Muṣṭalaḥ al-Ḥadīth. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2009.

Ibn Manẓūr. Lisān al-‘Arab. Beirūt: Dār Ṣādir, 1727.

Ibn al-Ṣalāḥ. ‘Ulūm al-Ḥadīth. Diedit oleh Nūr al-Dīn ‘Itr. Damascus: Dār al-Fikr al-Mu‘āṣir, 1986.

‘Itr, Nūr al-Dīn. Manhaj al-Naqd fī ‘Ulūm al-Ḥadīth. Damascus: Dār al-Fikr, 1997.

Kusnandar, Engkus. “Studi Kritik Matan Hadis (Naqd al-Matn): Kajian Sejarah dan Metodologi.” Jurnal Studi Hadis Nusantara 2, no. 1 (Juni 2020): 18.

Mustin, Hilgha, Muhammad Tasbih, dan Zaenab Abdullah. “Kritik Sanad (Naqd al-Sanad) dalam Ilmu Hadis: Metodologi dan Implementasinya.” Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial 3, no. 1 (2025): 6.

Muslim ibn al-Ḥajjāj. Ṣaḥīḥ Muslim. al-Muqaddimah.

Saputra, Muhammad Darmawan, Muhammad Roihan, dan Nur Aisah Simamora. “Kekeliruan Standar Penetapan Keshahihan Hadis pada Kaum Sufi.” Jurnal Ushuluddin 23, no. 2 (2024).

al-Sarrāj al-Ṭūsī, Abū Naṣr. al-Luma‘. Diedit oleh ‘Abd al-Ḥalīm Maḥmūd dan ‘Abd al-Bāqī Surūr. Miṣr: Dār al-Kutub al-Ḥadīthiyyah, 1960.

Schimmel, Annemarie. Sufism: An Introduction to the Mystical Tradition of Islam. Albany: State University of New York Press, 1995.

Suhartawan, Budi. “Memahami Konsep Metodologi al-Jarḥ wa al-Ta‘dīl.” Dirayah: Jurnal Ilmu Hadis.

Suhartawan, Budi, dan Muizzatul Hasanah. “Memahami Hadis Mutawatir dan Hadis Ahad.” DIRAYAH: Jurnal Ilmu Hadis 3, no. 1 (2022): 2.

al-Ṭabarī, Muḥammad ibn Jarīr. Jāmi‘ al-Bayān ‘an Ta’wīl Āy al-Qur’ān. Kairo: Dār Hijr, 2001.

Zulkifli, Munazzahah, Mohamad Faizal Abd Rahman, dan Arif Amin Rushihi. “Analisis Perbandingan Taṣḥīḥ Hadith dari Perspektif Kaedah Kasyaf Ahli Sufi dan Syarat-syarat Penerimaan Hadith Menurut Ulama Hadith.” Al-Takamul al-Ma‘rifi 5, no. 1 (2022): 1–15.
Diterbitkan
2026-09-28