Kritik Abdurrouf al-Singkili Terhadap Paham Wujudiyah dalam Kitab Tarjumanul Mustafid
الملخص
Islam pertama kali diperkenalkan ke Indonesia adalah ajaran yang sarat dengan tasawuf atau sufisme, baik dalam doktrin maupun praktik keagamaannya. Salah satu ajaran sufisme yang menempati peran sentral dalam percaturan intelektual Islam nusantara abad ke-16 dan 17 adalah paham wujudiyah. Artikel ini mencoba menganalisis kritik Abdurrouf al-Sinkili terhadap paham wujudiyah dalam kitab tafsir Tarjumanul Mustafid yang merupakan tafsir lengkap pertama dalam bahasa melayu di Nusantara abad 17 M. kitab ini terlahir dari fenomena sosial-keagamaan dimana masyarakat dihadapkan pada polemik yang terjadi antara pengikut paham wujudiyah dan ortodoksi tasawuf sunni. Al-Sinkili muncul sebagai sosok moderat dan kompromistik dalam mengurai ketegangan tersebut. Hal yang menarik untuk digarisbawahi adalah bagaimana al-Sinkili mendasarkan argumentasinya terhadap beberapa teks al-Qur’an dalam redefinisi konsep wujudiyyah. Walhasil, melalui artikel penulis sampai pada kesimpulan al-Sinkili merupakan tokoh yang menganut paham bahwa satu-satunya wujud hakiki adalah Allah, sedangkan alam ciptaanNya adalah wujud bayangan yakni bayangan dari wujud hakiki. Antara bayangan (alam) dengan yang memancarkan bayangan (Tuhan) tentu terdapat keserupaan, pada alam yang tampak ini Tuhan menampakkan dirinya (Tajalli).
المراجع
Abdul Hadi, Hamzah Fansuri Risalah Tasawuf dan Puisi-Puisinya, (Bandung: Mizan, 1995)
Abdurrauf, Tarjumanul Mustafid, (Singapore: Perpustakaan Sulaiman Maraghi, 1951)
Azyumardi Azra, Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII, (Bandung: Mizan, 1994)
Chittick, William C. The Self Disclosure of God: Principles of Ibn Arabi’s Cosmology. (New York: State University of New York Press, 1998)
Edwar Djamaris, Hamzah Fansuri dan Nuruddin ar Raniri (Jakarta: Proyek Pengembangan Media Kebudayaan Depdikbud, 1995)
Harun Nasution, Falsafat Agama, (Jakarta: Bulan Bintang,1973)
Harun Nasution, Filsafat dan Mistisisme dalam Islam, cet. xii (Jakarta: Bulan Bintang, 2008)
Hasjmi, 59 Tahun Aceh Merdeka di bawah Pemerintah para Ratu, (Jakarta: Bulan Bintang, 1977)
Martin van Bruinessen, “Origins and Development of The Sufi Order (Tarekat) in Southeast Asia,” dalam Jurnal Studia Islamika, Vol.1, No. 1, Tahun 1994
Muhammad Naguib al-Attas, The Mysticism of Hamzah Fansuri (Kuala Lumpur: University of Malaya Press, 1970)
Muhammad Naguib al-Attas, The Mysticism of Hamzah Fansuri (Kuala Lumpur: University of Malaya Press, 1970)
Oman Fathurrahman, Tanbih al-Masyi: Menyoal Wahdatul Wujud (Bandung: Mizan, 2009)
Usman Said dkk, Pengantar Ilmu Tasawuf, (Sumatera Utara: Proyek Pembinaan Perguruan Tinggi IAIN Sumatera Utara, 1981/1982)
Vladimir Braginsky, Tasawuf dan Sastera Melayu: Kajian Teks-Teks (Jakarta: Pusat Pengembangan Bahasa & Leiden University, 1993)
Zulkifli Mohd Yusuf dan Wan Nasyrudin Wan Abdullah, Tarjuman al-Mustafid; Suatu Analisa terhadap Karya Terjemahan, Jurnal Pengajian Melayu, jilid 16, tahun. 2005






.jpg)



