Anime sebagai Bentuk Media Komunikasi Lintas Budaya pada Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB

  • Zhevio Aufa Amanu Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi,IPB University
  • Mohamad Ghozali Meonawar Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor, Indonesia
  • Leonard Dharmawan Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor, Indonesia
  • Sutisna Riyanto Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor, Indonesia
  • Nabhila Manisya Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor, Indonesia

الملخص

Anime sebagai produk budaya populer Jepang, telah menjadi media komunikasi lintas budaya yang signifikan bagi generasi muda, termasuk mahasiswa di Indonesia. Penelitian ini bertujuan memahami peran anime dalam membentuk pandangan budaya Jepang di kalangan mahasiswa Sekolah Vokasi IPB. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan mahasiswa penggemar anime. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anime berfungsi sebagai jembatan budaya yang memperkenalkan elemen-elemen penting dari budaya Jepang, seperti kedisiplinan, persahabatan, dan etos kerja. Interaksi yang berkelanjutan dengan anime membantu membentuk identitas budaya mahasiswa, memperkaya konsep diri mereka dengan nilai-nilai positif dari budaya Jepang, dan meningkatkan keterbukaan serta toleransi terhadap perbedaan budaya. Selain itu, keterlibatan mahasiswa dalam komunitas anime memperkuat rasa solidaritas dan kebersamaan dalam komunitas lintas negara. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai kontribusi anime dalam memfasilitasi komunikasi lintas budaya di era globalisasi.

التنزيلات

بيانات التنزيل غير متوفرة بعد.

المراجع

Abd Razak, A. R., and Ibnu, I. N. “The Influence of Manga and Anime on New Media Students’ Creative Development.” EDUCATUM Journal of Social Sciences, vol. 8, Special, 2022, pp. 37–45. https://doi.org/10.37134/ejoss.vol8.sp.4.2022.

Adlini, D., Yulinda, D., Chotimah, C., and Merliyana, M. “Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka.” Edumaspul: Jurnal Pendidikan, vol. 6, no. 1, 2022, pp. 974–980. https://doi.org/10.33487/edumaspul.v6i1.3394.

Berndt, J. “Anime in Academia: Representative Object, Media Form, and Japanese Studies.” Arts, vol. 7, no. 4, 2018, pp. 56–68. https://doi.org/10.3390/arts7040056

Debra, H. “Anime as Japanese Intercultural Communication: A Study of the Weeaboo Community of Indonesian Generation Z and Y.” Romanian Journal of Communication and Public Relations, vol. 22, no. 3, 2020, pp. 35–48. https://www.journalofcommunication.ro/index.php/journalofcommunication/article/view/310/295.

Dewi, P. A. “Anime sebagai Budaya Populer (Studi pada Komunitas Anime di Yogyakarta).” E-Societas, vol. 6, no. 3, 2017, pp. 25–35. Retrieved from https://journal.student.uny.ac.id

Fatikh, M. A., and Ramadhani, I. “Anime sebagai Komunikasi dalam Membentuk Perilaku Interaksi Sosial.” Jurnal Komunikasi Islam, vol. 2, no. 4, 2023, pp. 203-216.

Hurlock, E. B. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Edisi Ke-5. Jakarta: Erlangga, 2006.

J, L. “About the Concept of Culture.” Human Research of Inner Asia, vol. 4, 2016, pp. 60–72. https://doi.org/10.18101/2305-753x-2016-4-60-72.

Lim, Sun Jung. “Virtual Collective Identity in the Asian Fandom of Japanese Popular Culture.” New Media & Society, vol. 14, no. 1, 2012, pp. 123-139.

Littlejohn, S. W., and K. A. Foss. Theories of Human Communication. 9th ed., Wadsworth Publishing, 2009.

Moleong, L. J. Metode Penelitian Kualitatif. Revised ed., Remaja Rosdakarya, 2022.

Mulyadi, B. “Pengaruh Konsumsi Anime dan Manga Terhadap Pembelajaran Budaya dan Bahasa Jepang.” Kiryoku, vol. 4, no. 1, 2016, pp. 10–20. Retrieved from https://www.academia.edu

Nugroho, P. A., and Hendrarastomo, G. “Anime sebagai Budaya Populer: Studi pada Komunitas Anime di Yogyakarta.” Jurnal Pendidikan Sosiologi, vol. 6, no. 3, 2017, pp. 1–15.

Nur, A. S., and Bahriyah, E. N. “Komunikasi Lintas Budaya dalam Perspektif Perilaku Konsumen.” Jurnal Komunikologi, vol. 5, no. 2, 2008, pp. 1–15.

Nurhadi, Z. F., and Kurniawan, A. W. “Komunikasi Hasil Pemikiran dan Penelitian.” Jurnal Komunikasi Hasil Pemikiran dan Penelitian, vol. 3, no. 1, 2017, pp. 90–95.

Peyron, D. “Fandom Names and Collective Identities in Contemporary Popular Culture.” Transformative Works and Cultures, vol. 28, 2018, https://doi.org/10.3983/twc.2018.1468.

Putra, A. “Pengaruh Visualisasi Anime terhadap Pemahaman Budaya Jepang.” Jurnal Seni Visual dan Media, vol. 9, no. 1, 2022, pp. 22–33.

Setyaningsih, W. “Pengaruh Media Populer Terhadap Internaliasi Nilai Budaya Asing Pada Remaja.” Jurnal Komunikasi dan Media, vol. 7, no. 2, 2019, pp. 45–58.

Shauqi, M. N., Rusdiah, and Hadawiah. “Budaya Anime Jepang dalam Perubahan Perilaku Remaja pada Siswa SMA Negeri 6 Kota Palopo.” Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ilmu Komunikasi, vol. 4, no. 2, 2024, pp. 53-61.

Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta, 2019.

Suryanto, T., and Suryani, N. “Media Populer Sebagai Instrumen Pembentukan Identitas Generasi Muda.” Jurnal Ilmu Komunikasi Indonesia, vol. 5, no. 3, 2018, pp. 101–112.

Valkenburg, Patti M., and Jochen Peter. "Online Communication among Adolescents: An Integrated Model of Its Attraction, Opportunities, and Risks." Journal of Adolescent Health, vol. 48, no. 2, 2011, pp. 121-127.

West, R., and L. H. Turner. Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi. Penerbit Salemba, 2007.

منشور
2025-06-21
كيفية الاقتباس
Amanu, Z. A., Mohamad Ghozali Meonawar, Leonard Dharmawan, Sutisna Riyanto, & Nabhila Manisya. (2025). Anime sebagai Bentuk Media Komunikasi Lintas Budaya pada Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB. J-KIs: Jurnal Komunikasi Islam, 6(1), 11-20. https://doi.org/10.53429/j-kis.v6i1.1153