Pesan Dakwah dalam Tradisi Adat Mantenan di Dusun Bulu Desa Galeh Kecamatan Tangen Kabupaten Sragen
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) prosesi dalam tradisi adat mantenan di Dusun Bulu, Desa Galeh, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen; dan (2) pesan-pesan yang terkandung dalam tradisi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan lokasi penelitian di Dusun Bulu. Populasi penelitian mencakup seluruh masyarakat setempat, sementara data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi pada saat prosesi tradisi adat mantenan berlangsung. Narasumber utama dalam penelitian ini adalah tokoh masyarakat dan pihak Pasrah Manten yang memahami makna simbolik dan pelaksanaan tradisi. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan semiotika dalam ilmu komunikasi untuk mengungkap makna dan pesan dakwah yang terkandung di dalam setiap tahapan prosesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi adat mantenan di Dusun Bulu terdiri dari 17 tahapan prosesi yang wajib dilaksanakan saat resepsi dimulai. Keseluruhan tahapan tersebut dipertahankan secara turun-temurun sebagai bagian dari warisan budaya leluhur. Tradisi ini sarat dengan pesan moral dan dakwah, terutama terkait kehidupan rumah tangga, seperti pentingnya saling mencintai, bersikap adil, menghormati sesama, serta menjaga kelestarian nilai-nilai budaya. Simbol-simbol dalam prosesi mantenan merupakan representasi nilai kehidupan yang dijunjung masyarakat setempat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa masyarakat Dusun Bulu masih memegang teguh tradisi adat mantenan meskipun hidup di era modern. Tradisi ini tidak dipandang berkaitan dengan unsur ghaib atau ajaran yang bertentangan dengan syariat Islam, melainkan sebagai bentuk penghormatan pada budaya leluhur.





