Pendidikan Online dan Krisis Interaksi Guru–Murid dalam Perspektif Hadis
Abstract
Perkembangan pendidikan online merevolusi sistem pembelajaran global dengan menghadirkan bentuk fleksibilitas ruang dan waktu, sekaligus memperluas akses ke beraneka ragam sumber pengetahuan digital. Namun, transformasi ini tidak terlepas dari problem serius salah satunya berupa krisis interaksi guru–murid, terutama hilangnya dimensi spiritual, adab, dan kedekatan emosional yang menjadi inti tradisi pendidikan Islam. Perspektif hadis menegaskan bahwa menuntut ilmu bukan hanya sekadar akumulasi pengetahuan, melainkan internalisasi nilai, penghormatan kepada guru, dan kesinambungan sanad keilmuan. Artikel ini menganalisis fenomena pendidikan online melalui pendekatan hadis, dengan menyoroti tiga prinsip utama yaitu adab menuntut ilmu, verifikasi informasi dan sanad keilmuan. Kajian literatur menunjukkan bahwa ketiga prinsip ini tetap relevan dalam memperkuat pendidikan digital agar tidak terjebak pada reduksi kognitif semata. Penelitian ini juga menegaskan pentingnya revitalisasi pendidikan daring berbasis nilai profetik sehingga interaksi guru–murid tetap terjaga otentisitas dan keberkahannya.