Taqwa Menurut Syeikh Nawawi al-Bantani dalam Tafsir al-Munir

  • Moh. Bachrudin Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk
Keywords: Taqwa, Shaykh Nawawi al-Bantani, Tafsir al-Munir.

Abstract

Judul penelitian ini adalah  taqwa menurut syeikh Nawawi al-Bantani dalam Tafsir al-Munir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research. Hasil penelitianini: Menurut syaikh Nawawi al-Bantani dari penafsiran surat al baqarah ayat 1 -5  orang yang bertaqwa adalah orang-orang yang beriman dengan perkara yang ghaib maksudnya mereka membenarkan perkara yang ghaib dari mereka yaitu surga, neraka, shirat, mizan, hari kebangkitan, hisab,dan sebagainya.. Dan mendirikan shalat maksudnya menyempurnakan shalat lima waktu dengan syarat-syarat shalat, rukun-rukun shalat dan haiat shalat. Dan dari perkara yang dii rizkikan mereka menafkahkan maksudnya dari perkara yang kami berikan dari harta mereka menyedekahkan karena taat kepada allah yaitu abu bakar ash shiddiq dan sahabat sahabatnya. Dan orang-orang yang beriman dengan kitab yang diturunkan kepada muhammad yaitu alqur’an dan kitab yang diturunkan  sebelummu atas seluruh nabi yaitu taurat, injil, zabur dan selainnya dari seluruh kitab-kitab yang terdahulu atas alqur’an. Dan dengan hari akhir mereka meyakini. Maksudnya  mereka membenarkan perkara diakhirat yaitu hari kebangkitan sesudah mati, hisab atau perhitungan amal, dan nikmat surga yaitu abdullah ibn salam dan sahabatnya. Dari penfsiran ayat ali imran ayat 133-135 diatas ciri-ciri orang yang bertaqwa menurut syeikh Nawawi al-Bantani adalah orang yang selalu menafkahkan hartanya dalam keadaan senang atau susah kaya atau miskin sesui watak atau tidak.  Dan ciri-ciri berikutnya menurut beliau orang yang mampu mencegah kemarahan mereka berdasarkan hadist-hadist nabi. ciri-ciri yang ketiga memaafkan manusia. ciri orang yang bertaqwa berikutnya adalah orang yang berbuat kejelekan maksudnya maksiyat atau mendlalimi diri mereka sendiri dengan melakukan dosa maksudnya dosa adanya. Maka mereka mengingat allah maksudnya takut kepada allah. Lalu bertaubat. Dan mereka tidak terus menerus melakukan dosa yang mereka perbuat dengan mencabutnya seketika

Published
2025-12-31