Perbandingan Hukum Siyasah dan Hukum Positif dalam Penyelesaian Sengketa Pilkada

  • Myaskur Myaskur Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk, Indonesia
  • Nizam Ubaidillah Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk, Indonesia
Keywords: Pilkada, dispute resolution, siyasah law

Abstract

Regional Head Elections (Pilkada) often encounter disputes that impact political stability and public trust. This study compares siyasah law and positive law in resolving Pilkada disputes. Positive law, based on formal regulations, emphasizes legality and transparency through institutions like the Constitutional Court. Conversely, siyasah law, rooted in sharia principles, offers a deliberation-based approach focusing on communal welfare. The analysis reveals that positive law excels in legal certainty but lacks adaptability to local contexts, while siyasah law is more flexible but faces challenges in implementation within a plural society. This study recommends integrating both approaches to establish a more equitable, effective, and community-responsive dispute resolution mechanism for Pilkada.

References

Apritania, S. A. (2021). Pelaksanaan Penyelesaian Sengketa Pilkada Di Mahkamah Konstitusi [Thesis S1]. Universitas Islam Sultan Agung.

Daud, R. F., & Haryadi, S. (2022). Membangun Citra Positif Masyarakat Terhadap Penyelesaian Sengketa Pilkada Dalam Upaya Memperkuat Legitimasi . Journal Of Election And Leadership (JOELS) , 101–110.

Erick, B., & Ikhwan, M. (2022). Mekanisme Penyelesaian Sengketa Pemilihan Umum Di Indonesia . JAH : Jurnal Analisis Hukum, 5, 203–219.

Fadiyah, N. U. (2023). Tinjauan Fiqh Siyāsah Dustūrīyah Terhadap Kewenangan Mahkamah Konstitusi Dalam Penyelesaian Perselisihan Hasil Pemilihan Kepala Daerah (Studi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 85/PUU-XX/2022 Tentang Pengujian Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016) [Thesis S1]. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel .

Fitriyani, Basir, A., & Fansyuri, A. R. (2022). Konsep-Konsep Negara Dalam Fiqih Siyasah. FARABI, 19(1), 1–15.

Gunawan, H. (2018). Penerapan Hukuman Ta’zir Di Indonesia (Suatu Analisis Terhadap Penerapan Hukuman Di Lapas Kota Padangsidimpuan) . FITRAH: Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Keislaman, 4(2), 359–374.

Hafas, I., & Kasmarani, Y. (2023). Reformasi Kebijakan Hukum Pidana Terhadap Pelaku Pedofilia Dalam Perspektif Siyāsah Tasyri’iyyah. Ta’zir: Jurnal Hukum Pidana , 7(2), 95–110.

Harun, R. (2016). Rekonstruksi Kewenangan Penyelesaian Perselisihan Hasil Pemilihan Umum. Jurnal Konstitusi, 13(1), 1–24.

Ibrohim, M. (2016). Ta’zir Sebagai Sanksi Tindak Pidana Pencurian (Studi Kasus Di Pondok Pesantren Girikesumo Desa Banyumeneng Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak) [Thesis S1]. UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO .

Idami, Z. (2015). Prinsip Pelimpahan Kewenangan Kepada Ulil Amri Dalam Penentuan Hukuman 7$¶=,5, Macamnya Dan Tujuannya . Jurnal Hukum: Samudra Keadilan, 10(1), 20–43.

Idris, M. (2023). Kewenangan Mahkamah Konstitusi Menangani Pengaduan Konstitusional Melalui Penafsiran Konstitusi [Thesis S2]. UNIVERSITAS HASANUDDIN .

Lubis, S. (2023). Kepemimpinan Khalifah Umar Ibn Al Khatthab (Tinjauan Kebijakan Dan Implikasinya Manajemen Pendidikan Pendidikan Islam) . Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 5(3), 1600–1609.

Maulana, A. (2020). Peran Nilai-Nilai Syariah Dalam Sistem Hukum Nasional. Jurnal Studi Islam Dan Hukum, 15(1), 33–48.

Nazriyah, R. (2015). Penyelesaian Sengketa Pilkada Setelah Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 97/PUU-XI/2013. Jurnal Konstitusi, 12(3), 447–472.

Nuswanto, A. H., & Izziyana, W. V. (2023). Penyelesaian Sengketa Hasil Pemilu Di Indonesia Dalam Perspektif Penegakan Hukum . Jpehi : JURNAL PENELITIAN HUKUM INDONESIA , 4(1), 92–102.

Pramudya, K. (2015). Mewujudkan Sistem Penyelesaian Hasil Pilkada Yang Efektif Dan Berkeadilan. Jurnal Rechtsvinding : Media Pembinaan Hukum Nasional, 4(1), 123–179.

Rofiq, A. (2017). Tinjauan Hukum Islam Terhadap Hukuman Ta’zir Di Pondok Pesantren Asy Syarifah Brumbung Mranggen Demak [Thesis S1]. UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO.

Samsul, I. (2014). Sengketa Pemilihan Kepala Daerah Pasca Putusan Mk: Kewenangan Siapa? Info Singkat Hukum: Kajian Singkat Terhadap Isu-Isu Terkini, 6(10), 1–4.

Santoso, D. (2019). Efektivitas Sistem Hukum Positif Dalam Penyelesaian Sengketa Pilkada. Jurnal Demokrasi Dan Hukum, 12(3), 72–88.

Syamsuddin, M. (2021). Hukum Islam Dan Dinamika Politik Lokal Di Indonesia. Jurnal Hukum Dan Masyarakat, 18(2), 45–60.

Tatawu, G. (2017). Hakekat Hukum Putusan Mahkamah Konstitusi Terhadap Sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). HOLREV , 1(2), 144–165.

Tauda, G. A. (2022). Problematika Pengaturan “Kerugian Langsung” Dalam Penyelesaian Sengketa Pemilihan (Studi Kasus Pilkada Halmahera Utara 2020) . JURNAL MASALAH-MASALAH HUKUM , 51(4), 367–377.

Vahlevi, D. R. L. (2021). Konsep Sulh Dan Tahkim Sebagai Alternatif Dalam Upaya Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah Di Era Modern . Jurnal Ekonomi Syariah Darussalam, 2(2), 81–91.

Wahyudi, K. (2024). Tinjauan Fiqh Siyasah Atas Pembentukan Peradilan Khusus Pemilihan Kepala Daerah Dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia [Thesis S1]. UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ.

Warman, A. B., & Hayati, R. F. (2022). Tahkim Dalam Standar Syariah Dan Urgensinya Terhadap Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah Di Indonesia . ISLAMIKA : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 22(1), 37–57.

Widodo, B. E. C. (2016). Penyelesaian Sengketa Pilkada Serentak 2015 Dalam Perspektif Electoral Justice System . The POLITICS: Jurnal Magister Ilmu Politik Universitas Hasanuddin, 2(1), 9–23.

Zaini, M., & Machfudz. (2022). The Pattern Of Profetical Leadership Education Based On Religion Moderation . Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 11(2), 859–874.

Zainuddin, A. (2022). Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Positif Dalam Resolusi Konflik Politik. Jurnal Politik Dan Keadilan Sosial, 20(1), 50–65.

Zakaria. (2018, August 14). Peradilan Dalam Politik Islam (Al Qadhaiyyah Fis Siyasah Assyar’iyyah). Mahkamah Agung Republik Indonesia Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama.

Published
2024-12-24
How to Cite
Myaskur, M., & Ubaidillah, N. (2024). Perbandingan Hukum Siyasah dan Hukum Positif dalam Penyelesaian Sengketa Pilkada. Islamic Law: Jurnal Siyasah, 9(1), 45-58. https://doi.org/10.53429/iljs.v9i1.932