Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo Subianto 2024–2025 sebagai Instrumen Penguatan Kerja Sama Ekonomi: Perspektif Siyasah Tanfidziyah

  • Diastri Deviana Putri Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
  • Frenki Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
  • Dharmayani Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Keywords: Foreign Visits, President, Economic Interests, Executive Authority, Siyasah Tanfidziyah, Maslahah

Abstract

Presidential foreign visits are one form of exercising executive authority in conducting foreign relations and may be directed toward strengthening national economic interests. This study aims to analyze presidential foreign visits for economic interests as a form of executive authority and to examine their implementation from the perspective of Siyasah Tanfidziyah. This research employs normative legal research using a descriptive-analytical approach, statutory approach, conceptual approach, and case approach. The data were obtained through library research using primary, secondary, and tertiary legal materials. The cases analyzed include President Prabowo Subianto’s visits to China, Singapore, and Canada. The results show that presidential foreign visits for economic interests constitute an exercise of executive authority through high-level diplomacy, bilateral relations, the strengthening of trade and investment, and the establishment and enhancement of economic cooperation. From the perspective of Siyasah Tanfidziyah, such implementation can be considered consistent with the principles of Islamic governance when conducted within legitimate authority, carried out as a leadership trust, and directed toward achieving public benefit for society and the state. However, the success of foreign visits cannot be assessed solely based on the number of agreements, memoranda of understanding, or investment commitments, but must also be evaluated based on the implementation and tangible benefits generated for society.

References

Arifin, A. L. (2025). Hilirisasi pangan guna mewujudkan ketahanan ekonomi. Jurnal Pendidikan Ekonomi Akuntansi dan Kewirausahaan (JPEAKU), 5(1), 19–27.
Azzahra, S. B. (2026). Implementasi Pasal 35 Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2004 tentang bantuan sosial lanjut usia: Perspektif siyasah tanfidziyah. Jurnal Hukum Lex Generalis, 7(2), 1–17.
Hakiki, Y. R. (2022). Kontekstualisasi prinsip kekuasaan sebagai amanah dalam pertanggungjawaban Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. As-Siyasi: Journal of Constitutional Law, 2(1), 1–20.
Irawan, C., Fauzi, M. Y., & Jayus, M. (2026). Tinjauan siyasah tanfidziyah terhadap implementasi Pasal 4–9 Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung Nomor 01 Tahun 2024 tentang pajak daerah dan retribusi daerah. Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam, 15(1), 324–336.
Iswantini, T., Faizal, L., & Fikri, A. (2025). Analisis kritis implementasi kebijakan penanggulangan kemiskinan di Tanggamus: Perspektif fiqh siyasah tanfidziyah. QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, 4(2), 724–741.
Khafiz, M. C. (2025). Studi komparatif sistem pemerintahan presidensial di Indonesia dan Turki perspektif siyasah tanfidziyah. UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
Lestari, P. P., Rohmah, S. M., & Ramadhani, A. (2024). Kerja sama regional dan multilateral sebagai upaya meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia. Indonesian Journal of Political Studies, 4(1), 57–75.
Lismanto, L., & Utama, Y. J. (2020). Membumikan instrumen hukum administrasi negara sebagai alat mewujudkan kesejahteraan sosial dalam perspektif negara demokrasi. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 2(3), 416–433.
Pashya, M. H., & Faradila, M. (2025). Indonesia’s infrastructure gap: How Singapore and China assisting Indonesia’s economic development in the Joko Widodo era. [Nama jurnal belum tercantum], 8(2), 31–45.
Pattinussa, J. M. Y. (2021). Pengaruh Presiden Joko Widodo pada penguatan peran diplomasi ekonomi di Indonesia. Papua Journal of Diplomacy and International Relations, 1(2), 85–104.
Praviola, D. (2026). Implementasi Pasal 131 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 dalam program pemenuhan gizi perspektif siyasah tanfidziyah. Jurnal Hukum Lex Generalis, 7(2).
Purrohman, P. S., et al. (2025). Dinamika perdagangan internasional dan transformasi ekonomi global. Uwais Inspirasi Indonesia.
Purwono, A., & Najib, H. (2022). Kunjungan diplomasi Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tahun 1999–2001. Prosiding Senaspolhi, 4(1).
Republik Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Republik Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 37 Tahun 1999 tentang hubungan luar negeri.
Republik Indonesia. (2000). Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2000 tentang perjanjian internasional.
Setiawan, A. (2025). Politik luar negeri Indonesia di bawah pemerintahan Prabowo Subianto: Dari pragmatisme ekonomi menuju strategic assertiveness dalam tatanan multipolar (2024–2025). Prosiding Seminar Nasional Penelitian LPPM UMJ.
Solechah, W. M., & Sugito, S. (2023). Pembangunan ekonomi berkelanjutan sebagai kepentingan nasional Indonesia dalam Presidensi G-20. Dialektika: Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial, 8(1), 12–23.
Unsa, U. F., Nurnazli, N., & Burhanuddin, A. (2026). Penyelenggaraan ketentraman, ketertiban dan perlindungan masyarakat di tempat hiburan perspektif siyasah tanfidziyah. Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(2), 1–16.
Wangke, H. (2021). Diplomasi digital dan kebijakan luar negeri Indonesia. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Wicaksana, I. G. W. (2020). Kebijakan luar negeri Indonesia: Politik domestik dan tatanan kawasan. Airlangga University Press.
Yola, Y. P., Frenki, F., & Rahmah, N. (2025). Implementasi Pasal 21 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang perlindungan dan pemberdayaan petani: Analisis siyasah tanfidziyah di Pekon Tanjung Raya Lampung Barat. Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam, 14(3), 409–420.
Zurkarnaen, I., & Syarif, F. (2026). Mengurai daya saing investasi Indonesia: Peran institusi, stabilitas kebijakan, dan agenda reformasi. Bappenas Working Papers, 9(1), 31–52.
Published
2026-09-22
How to Cite
Diastri Deviana Putri, Frenki, & Dharmayani. (2026). Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo Subianto 2024–2025 sebagai Instrumen Penguatan Kerja Sama Ekonomi: Perspektif Siyasah Tanfidziyah. Islamic Law: Jurnal Siyasah, 11(2), 695-710. https://doi.org/10.53429/iljs.v11i2.2871