Daluwarsa sebagai Syarat Formil Gugatan Pembatalan Poligami Tanpa Izin oleh Anak Kandung (Tinjauan Teori Radbruch atas Putusan PA Medan No. 617/Pdt.G/2025/PA.Mdn)

  • Cici Fathona Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Bagus Ramadi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
Keywords: Expiration, Annulment of Marriage, Legal Purpose

Abstract

In judicial practice, marriage annulment is determined by material and formal conditions, including the statute of limitations. Problems arise when biological children who have legal standing, their lawsuit is still not accepted due to the statute of limitations and formal defects. This study aims to analyze the regulation of the statute of limitations as a formal requirement in a lawsuit for the annulment of a polygamous marriage without permission by biological children, its application in the Medan District Court Decision No. 617/Pdt.G/2025/PA.Mdn, and assess it through Gustav Radbruch's Theory of Legal Purpose. This normative juridical research uses a statutory and case approach with qualitative analysis of legal materials in the literature. The results of the study show that the statute of limitations is regulated in Article 27 paragraph (3) of the Marriage Law, Article 72 paragraph (3) of the Compilation of Islamic Law, and SEMA No. 2 of 2024. The judge acknowledged the legal standing of biological children, but the lawsuit was declared inadmissible due to the statute of limitations, lack of parties, and the marriage having ended due to death. Exceptions related to the element of not acting in good faith in SEMA No. The provisions of Law No. 2 of 2024 and the initial parameters for calculating the statute of limitations for biological children have not been adequately studied, so their application still relies on judicial interpretation. Based on Gustav Radbruch's Theory of Legal Objectives, the decision emphasizes legal certainty over justice and expediency. This study concludes that there is a need for clarity regarding the initial calculation of the statute of limitations and a more comprehensive application of the exceptions in SEMA No. 2 of 2024 to achieve legal objectives in a balanced manner.

References

Agirani, Amanda Passya., Aaqilah, Salina Anisa., Olivia, Rani., & Handayani, Sri. (2026), Legal Standing Sebagai Syarat Formil Gugatan Perdata Umum Dalam Putusan MA Nomor 4831/K/Pdt/2025 Hukum Acara Perdata, Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS), Vol. 5 No. 1, h. 2264–2271
Armia, & Nasution, I. (2019), Pedoman Lengkap Fikih Munakahat, Jakarta: Kencana.
Ayuningtyas, P., & Suyaman, P. (2025). Akibat hukum pembatalan perkawinan setelah kematian suami terhadap status perkawinan dan hak waris. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(3). https://doi.org/10.61104/alz.v3i3.1648
Efendi, J., & Rijadi, P. (2016), Metode Penelitian Hukum: Normatif dan Empiris, Jakarta: Kencana.
Erwin, M. (2021). Filsafat hukum: Refleksi kritis terhadap hukum (Ed. 1, Cet. 4). Rajawali Pers.
Gusdiawan, Hanifah, M., & Dasrol. (2025). Pembatalan perkawinan yang daluwarsa menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan: Studi Putusan Nomor 1/Pdt.G/2021/PA.Pbr. JURRISH: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora, 4(2), 977–986. https://doi.org/10.55606/jurrish.v4i2.5461
Hasanuddin, A., Basri, R., & Said, Z. (2025). Pertimbangan hakim dalam pembatalan perkawinan dengan alasan poligami (Studi putusan di Pengadilan Agama Makassar). Al-Hukamaa: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 3(2), https://ejurnal.iainpare.ac.id/index.php/hukamaa/article/view/14772
Harahap, M. Y. (2018). Hukum acara perdata: Tentang gugatan, persidangan, penyitaan, pembuktian, dan putusan pengadilan. Sinar Grafika.
Heriyanto, & Makhali, I. (2023). Pelaksanaan pembatalan perkawinan menurut kompilasi hukum Islam dan akibat hukumnya (Studi kasus di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri). Mizan: Jurnal Ilmu Hukum, 12(1),
diakses dari https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/3717717
Idnadine, M. D. J., Putra, M. I. S. H., Dzikra, M., & Trinanda, M. E. (2026). Peran hakim dalam menilai cacat formil gugatan perdata. Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner (JPIM), 3(1), 779–788. https://ojs.ruangpublikasi.com/index.php/jpim/article/view/1779
Indonesia, P. P. (1974). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/47406/uu-no-1-tahun-1974
Indonesia, P. P. (2019). Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. https://jdih.tanjungpinangkota.go.id/cariprodukhukum/1265
Kemenag RI. (2018). Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. Kemenag RI.
Lubis, S., & Hasibuan, P. H. (2026), Peran hukum perkawinan dalam optimalisasi perlindungan hak anak, Jurnal Kajian Hukum dan Kebijakan Publik, 3(2),
Martinelli, I., Ngaeni, N. N., & Kamila, S. M. (2025). Analisis studi kasus sengketa kepemilikan tanah dan legal standing dalam putusan Mahkamah Agung Nomor 2581 K/Pdt/2024. Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora, 5(2),
Pengadilan Agama Medan. (2025, 15 Juli). Putusan nomor 617/Pdt.G/2025/PA.Mdn. Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia. https://putusan3.mahkamahagung.go.id
Ramadi, B. (2020). Pemalsuan identitas sebagai alasan pembatalan perkawinan (Analisis putusan PA Medan No: 335/Pdt.G/2013/PA Mdn). TAQNIN: Jurnal Syariah dan Hukum, 2(1). https://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/taqnin
Ramadi, B. (2024). Fikih munakahat: Teori dan praktik serta isu-isu kontemporer. Medan: CV. Merdeka Kreasi Group.
Salsabiela, R., & Prananda, R. R. (2023). Pembatalan perkawinan dalam kasus poligami tidak tercatat yang perkawinannya telah putus akibat kematian. Al-Manhaj: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam, 5(2), 1505–1522. https://doi.org/10.37680/almanhaj.v5i2.3387
Simanjuntak, P. N. H. (2015), Hukum Perdata Indonesia, Jakarta: Kencana.
Suadi, Amran. (2019), Pembaruan Hukum Acara Perdata di Indonesia: Menakar Beracara di Pengadilan Secara Elektronik, Edisi Kedua, Jakarta: Kencana.
Syam, S., Syahputra, A., & Syahril, M. (2022). Polemik legal standing anak di bawah umur sebagai pemohon dispensasi kawin: Antara hukum formil dan kemaslahatan. Al-Mashlahah Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial, 10(01), 423–442, https://jurnal.staialhidayahbogor.ac.id/index.php/am/article/view/3303
Turnip, I. R. S. (2021). Hukum perdata Islam di Indonesia: (Studi tentang hukum perkawinan, kewarisan, wasiat, hibah, dan perwakafan), Depok: Rajawali Pers.
Walidah, Z., & Masrokhin. (2024). Analisis yuridis batas daluwarsa terhadap putusan pembatalan perkawinan (Studi putusan nomor: 6459/Pdt.G/2020/PA.Kab.Mlg). Kultura: Jurnal Ilmu Hukum,Sosial,dan Humaniora, 2(3), 197–206, https://doi.org/10.572349/kultura.v2i3.1157
Yasa, I. W., & Iriyanto, E. (2023). Kepastian hukum putusan hakim dalam penyelesaian sengketa perkara perdata. Jurnal Rechtens, 12(1), 33–48, https://doi.org/10.56013/rechtens.v12i1.1957
Published
2026-04-26
How to Cite
Cici Fathona, & Bagus Ramadi. (2026). Daluwarsa sebagai Syarat Formil Gugatan Pembatalan Poligami Tanpa Izin oleh Anak Kandung (Tinjauan Teori Radbruch atas Putusan PA Medan No. 617/Pdt.G/2025/PA.Mdn). Islamic Law: Jurnal Siyasah, 11(1), 366-379. https://doi.org/10.53429/iljs.v11i1.2811