Pembubaran Organisasi Kemasyarakatan Hizbut Tahrir Indonesia Perspektif Fiqh Siyasah Dusturiyah
Abstract
The dissolution of the mass organization Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) by the Indonesian government in 2017 has generated significant discourse concerning its legal foundations and implications from the perspective of Fiqh Siyasah Dusturiyah (Islamic Constitutional Jurisprudence). This decision was enacted through Government Regulation in Lieu of Law (Perppu) Number 2 of 2017, which amended Law Number 17 of 2013 on Community Organizations. The government justified this action by asserting that HTI's activities were incompatible with the principles of Pancasila and the 1945 Constitution, and posed a potential threat to the unity and integrity of the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI). From the lens of Fiqh Siyasah Dusturiyah, this measure can be interpreted as an initiative to safeguard public welfare (maslahah) and prevent harm (dar’u al-mafasid), aligning with Islamic political principles that emphasize the importance of national stability and security. Nevertheless, the dissolution has also ignited debates surrounding the protection of fundamental rights, particularly freedom of association and expression, within the framework of a democratic state governed by the rule of law. This tension highlights the complex interplay between state authority, constitutional principles, and the protection of civil liberties in a pluralistic society.
References
Abdurrahman, M. I. (2023). Tinjauan Siyasah Dusturiyah Terhadap Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 02 Tahun 2017 Tentang Organisasi Kemasyarakatan: Studi Pada Kasus Pembubaran Ormas Hti [Thesis (Sarjana), Uin Sunan Gunung Djati Bandung]. Https://Digilib.Uinsgd.Ac.Id/Id/Eprint/72251
Ahmad, N., & Hussain, M. (2020). Classical Islamic Legal Account Of Modern International Law. Islamic Law, 16(1), 175–197.
Amer, N. (2020). Analisis Pembubaran Organisasi Kemasyarakatan Dalam Perspektif Negara Hukum. Jel: Jurnal Legalitas, 15(1), 2–15. Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.33756/Jelta.V13i01.5417
Asshiddiqie, J. (2010). Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara. Konstitusi Press.
Azzaro, M. N., & Dewi, P. A. R. (2018). Analisis Framing Pemberitaan Kasus Pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (Hti) Di Kompas.Com, Tempo.Co, Dan Republika.Co.Id .
Colbran, N. (2010). Realities And Challenges In Realising Freedom Of Religion Or Belief In Indonesia. The International Journal Of Human Rights, 14(5), 678–704. Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.1080/13642980903155166
Dinantama, A. (2019). Wacana Constitutional Question Di Mahkamah Konstitusi Perspektif Siyāsah Dustūriyyah [Thesis (Skripsi)]. Uin Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Febriyansyah, M. V. (2023). Pelarangan Organisasi Masyarakat Front Pembela Islam (Fpi) Prespektif Siyasah Dusturiyah [Thesis (Skripsi)]. Universitas Islam Negeri Prof. Kh. Saifuddin .
Firosa, M. A. (2019). Pembubaran Organisasi Kemasyarakatan Dalam Perspektif Hak Kebebasan Berserikat Berdasarkan Konstitusi Negara Republik Indonesia. Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum Dan Konstitusi, 2(2), 147–162. Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.24090/Volksgeist.V2i2.2884
Hadi, F. (2022). Negara Hukum Dan Hak Asasi Manusia Di Indonesia. 1(2), 170–188. Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.38156/Wplr.V1i2.79
Hallaq, W. B. (1994). Law And Legal Theory In Classical And Medieval Islam. Ashgate Publishing.
Irham, M. A., Ruslan, I., & Syahputra, M. C. (2021). The Idea Of Religious Moderation In Indonesian New Order And The Reform Era. Ilmu Ushuluddin , 8(11), 1–22.
Iskatrilia, M. (2018). Pembubaran Ormas Hizbut Tahrir Indonesia (Hti) Dalam Persepektif Siyasah [Thesis (Skripsi)]. Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.
Jatim, Moh. (2021). Analisis Pembubaran Organisasi Kemasyarakatan Dalam Perspektif Asas Contarius Actus Dalam Negara Hukum. Jurnal Paradigma Hukum Pembangunan, 6(2), 57–78. Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.25170/Paradigma.V6i02.2637
Jayanto, D. D. (2020). Membaca Fenomena Menguatnya Perayaan “Islamisasi” Di Indonesia Pasca-Reformasi. Jurnal Kawistara, 10(1), 101–115. Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.22146/Kawistara.42579
Kurniawan, M. B. (2018). Konstitusionalitas Perppu Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Ormas Ditinjau Dari Uud 1945. Jurnal Konstitusi, 15(3), 455–479. Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.31078/Jk1531
Mahendra, A. Y. (2020). Analisis Pembubaran Ormas Hizbut Tahrir Indonesia Dikaji Dari Undang – Undang No 16 Tahun 2017 [Thesis (Skripsi)]. Universitas Kristen Satya Wacana .
Marshall, P. (2018). The Ambiguities Of Religious Freedom In Indonesia. The Review Of Faith & International Affairs, 16(1), 85–96. Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.1080/15570274.2018.1433588
Marzuki, P. M. (2017). Penelitian Hukum. Kencana.
Pendekatan Perundang-Undangan (Statute Approach) Dalam Penelitian Hukum. (2017, December 28). Saiful Anam & Partners. Https://Www.Saplaw.Top/Pendekatan-Perundang-Undangan-Statute-Approach-Dalam-Penelitian-Hukum/
Pratama, D. A. (2023). Islam And Neo-Modernism In Indonesia: Revisiting Nurcholish Madjid And Abdurrahman Wahid’s Thought On Civil Society. Al-’Adalah, 26(2), 155–173.
Qodir, Z. (2016). Kaum Muda, Intoleransi, Dan Radikalisme Agama . Jurnal Studi Pemuda, 5(1), 429–445.
Ramadanti, E., & Hisbullah. (2020). Eksistensi Dan Pola Perkaderan Pasca Pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia. Siyasatuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Siyasah Syar’iyyah, 1(2), 351–362. Https://Journal.Uin-Alauddin.Ac.Id/Index.Php/Siyasatuna/Article/View/18748
Ramadhona, S. R. (2021). A Discursive Strategy To Maintain The Cultural Islam-Political Islam Power Relation In Indonesia In Triwikromo’s “Lengtu Lengmua” (2012). Poetika : Jurnal Ilmu Sastra, 9(2), 128–138. Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.22146/Poetika.V9i2.64116
Rizal, F. (2020). Analisis Yuridis Tentang Pembubaran Organisasi Kemasyarakatan Hizbut Tahrir Indonesia (Hti) Yang Diatur Dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2017 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 Tentang Organisasi Kemasyarakatan Menjadi Undang-Undang . 68–83.
Rosyadi, I. (2022). Analisis Terhadap Penghapusan Proses Peradilan Dalam Pembubaran Organisasi Kemasyarakatan (Studi Peraturan Pengganti Undang-Undang No 2 Tahun 2017) . Officium Notarium , 1(2), 185–196.
Salim, C. (2018). Problematika Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No. 02 Tahun 2017 Tentang Organisasi Kemasyarakatan. Istinbath: Jurnal Hukum, 15(2), 309–336. Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.32332/Istinbath.V15i2.1251
Saputro, K. A. (2018). Tinjauan Fiqh Siyasah Terhadap Kewenangan Mahkamah Konstitusi Melakukan Judicial Review Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) [Thesis (Skripsi)]. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel.
Sari, D. N., & Makbul, A. (2021). Kewenangan Kementerian Dalam Negeri Dalam Pembubaran Organisasi Kemasyarakatan Dengan Berlakunya Undang- Undang Nomor 16 Tahun 2017. Legalitas: Jurnal Penelitian Hukum, 15(2), 45–58.
Setiawan, A. P., & Riwanto, A. (2020). Analisis Terhadap Pembubaran Organisasi Kemasyarakatan Dalam Perspektif Hak Asasi Manusia. Res Publica, 4(3), 273–288.
Sigi, K. A., & Hasani, I. (2021). Intoleransi Semasa Pandemi: Laporan Kebebasan Beragama Dan Berkeyakinan 2020. Pustaka Masyarakat Setara .
Sipahutar, E. M. L., & Atmaja, B. K. D. (2025). Kajian Yuridis Terhadap Pembubaran Organisasi Kemasyarakatan (Studi Putusan No. 27 K/Tun/2019 Mengenai Pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia) . Jurnal Media Akademik (Jma), 3(1), 1–17. Https://Doi.Org/10.62281
Sukirno. (2022). Persinggungan Konstitusi, Ideologi Dan Agama Dalam Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara Di Insonesia Pada Era Reformasi. Al-Mawarid: Jsyh (Jurnal Syari`Ah & Hukum), 4(2), 87–96. Https://Doi.Org/Https://Journal.Uii.Ac.Id/Jsyh10.20885/Mawarid.Vol4.Iss2.Art1
Tasman, & Aisyah. (2022). Gerakan Islam: Problem Ideologi Radikal, Global Jihad Dan Terorisme Keagamaan . Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah Dan Kemasyarakatan, 26(1), 146–164. Https://Doi.Org/Http://Doi.Org/10.15408/Dakwah.V26i2.29322
Ulfa, S. M. (2022). Kedudukan Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi Dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia Perspektif Wilayah Al-Mazalim [Thesis (Skripsi)]. Uin Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Wardanil, A. K., & Riwanto, A. (2020). Analisis Pembubaran Organisasi Kemasyarakatan Hizbut Tahrir Indonesia Dalam Perspektif Negara Hukum Yang Bebas Berserikat. Jurnal Hukum Dan Pembangunan Ekonomi, 8(2), 1–15.
Wardi, M. K. (2019). Analisis Yuridis Pendirian Dan Pembubaran Ormas (Studi Kasus Putusan Sengketa Administrasi Ormas Nw Dan Hti) . Jurnal Juridica , 1(1), 15–27.
Watch, H. R. (2017). Ndonesia: Dissolving Hizbut Tahrir Violates Rights. Human Rights Watch.
Wati, W. (2019). Pembubaran Organisasi Kemasyarakatan Melalui Jalur Pengadilan Sebagai Upaya Penegakan Prinsip Due Process Of Law Dalam Negara Hukum. Thesis. Universitas Katolik Parahyangan.
Zada, K. (2023). Sharia And Islamic State In Indonesia Constitutional Democracy: An Aceh Experience. Ijtihad: Jurnal Wacana Hukum Islam Dan Kemanusiaan, 23(1), 1–17. Https://Doi.Org/10.18326/Ijtihad.V23i1.1-17
Copyright (c) 2025 Islamic Law: Jurnal Siyasah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

