Pola Komunikasi Di Media Sosial Dan Dampaknya Terhadap Hubungan Sosial Antar Perguruan Pencak Silat Di Madiun

  • Sofi Dea Lailia Anam Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri
  • Amalia Rosyadi Putri Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri
Keywords: Pola Komunikasi, Media Sosial, Hubungan Sosial, Pencak Silat, Madiun

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi yang terjadi di media sosial serta dampaknya terhadap hubungan sosial antar perguruan pencak silat di wilayah Madiun. Media sosial menjadi ruang interaksi baru bagi anggota perguruan pencak silat dalam menyampaikan informasi, mengekspresikan identitas kelompok, serta membangun opini publik. Namun, di sisi lain, media sosial juga berpotensi memicu kesalahpahaman, konflik simbolik, dan penguatan sentimen primordial antarperguruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap konten media sosial, wawancara mendalam dengan pengurus dan anggota perguruan pencak silat, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang dominan di media sosial bersifat persuasif, ekspresif, dan konfrontatif, tergantung pada konteks isu yang berkembang. Pola komunikasi yang tidak terkelola dengan baik cenderung memperburuk hubungan sosial dan memperkuat rivalitas antarperguruan, sedangkan komunikasi yang mengedepankan nilai persaudaraan, etika, dan kearifan lokal mampu memperkuat solidaritas dan menjaga harmonisasi sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan pola komunikasi di media sosial sangat berpengaruh terhadap kualitas hubungan sosial antar perguruan pencak silat di Madiun dan memerlukan kesadaran kolektif serta literasi digital yang baik dari seluruh pihak terkait.

Published
2022-07-05
Section
Articles