Fenomena Spiral Of Silence dalam Konteks Diseminasi Informasi Melalui Media Sosial di PP Darussalam Lirboyo Kediri
Abstract
Diseminasi informasi pada era media sosial merupakan aktivitas yang secara sadar maupun tidak dilakukan oleh banyak orang, termasuk di lingkungan pesantren. Media sosial menjadi sarana paling mudah dalam penyebaran informasi karena dapat diakses oleh siapa pun. Di Pondok Pesantren Darussalam, diseminasi informasi memiliki peran penting terutama bagi santri yang tidak menggunakan media sosial, sehingga mereka tetap dapat mengetahui isu-isu terkini yang sedang berkembang. Berdasarkan konteks tersebut, penelitian ini merumuskan dua fokus utama: (1) bagaimana proses diseminasi informasi melalui media sosial di kalangan santri Pondok Pesantren Darussalam dalam perspektif Teori Spiral of Silence, dan (2) bagaimana dampak diseminasi informasi tersebut terhadap para santri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara, kemudian dianalisis melalui tahapan editing, verifikasi, dan analisis, serta diuji keabsahannya menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diseminasi informasi di Pondok Pesantren Darussalam Lirboyo Kediri memberikan manfaat signifikan terutama bagi santri yang sebelumnya tidak mengetahui informasi terkini. Kelompok santri yang kurang terpapar informasi cenderung berada dalam posisi minoritas sehingga lebih sering mendengarkan tanpa memberikan tanggapan, sesuai dengan konsep Spiral of Silence mengenai ketakutan akan isolasi sosial. Selain itu, diseminasi informasi melalui media sosial memberikan dampak perubahan pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik santri. Perubahan tersebut mencakup meningkatnya pengetahuan, terbentuknya sikap tertentu terhadap isu informasi, serta berkembangnya keterampilan dalam menyeleksi dan merespons informasi yang diterima.





