Dinamika Meja Redaksi di Pers Mahasiswa

Studi Kasus Pada BPPM Balairung UGM

  • Andara Angesti Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Fatah Elhusein Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Dinda Ayu Oktaviani Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Mifta Khoirunnisa Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Sayidatul Kamila Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Almira Riva Az Zahra Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Fajar Dwi Nugroho Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Aidika Zumrotu Sholikah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Jaysyurrahman Rabbani Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Fika Suni Salsabila Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Afifah Rozan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Ayasha Nur Alifia Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Ahmad Anwar Nafiil Husna Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Ghifari Muhammad Basyarah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Mochamamad Sinung Restendy Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Adin Novitasari IIQ An Nur Yogyakarta
Keywords: Meja Redaksi, Pers, Mahasiswa, BPPM Balairung UGM

Abstract

BPPM Balairung UGM [M4] merupakan Persma yang konsisten membahas isu kritis dengan produk liputan, akademik, dan visual. Menarik sejauh mana melihat meja redaksi Persma tersebut bekerja, seiring budaya hierarki dan kontrol otoritas dalam upaya mempengaruhi ideologi media. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori gatekeeping dan strukturalis media. Hasil Penelitian ini menunjukkan Pers mahasiswa yang tidak hanya intens pada redaksional pemberitaan tetapi juga mendalami penelitian, pengembangan, dan studi kreatif konten. BPPM Balairung UGM fokus dan konsisten mengawal demokrasi dan kritik sosial dengan menempatkan kontennya sebagai narasi alternatif. Pendelegasian wewenang dan pengambilan keputusan dilakukan secara demokratis bukan baku secara struktur dan teknis yang sifatnya hierarkis, namun kelemahannya butuh waktu yang lebih lama dalam strategi, kebijakan, dan implementasi kerja dalam kesepakatan dan perumusannya. Nilai positifnya budaya demokrasi yang dibangun membentuk kepedulian dan idealisme konten jurnaslistik yang berkualitas.

Published
2026-02-02