Stigma Negatif Konten Kreator Dakwah dalam Menjalankan Tanggung Jawab Sosial

  • Taufik Hidayat Universitas KH Abdul Chalim
  • M. Alfin Fatikh Universitas KH. Abdul Chalim Mojokerto
Keywords: Digital da'wah, Stigma, Social responsibility, Content creator, TikTok

Abstract

This study aims to examine how Islamic content creators on social media, particularly TikTok and Instagram, face negative stigma and fulfill their social responsibilities as digital preachers. The research uses a descriptive qualitative approach with a case study method on the @betteryouthfoundation community, focusing on two key informants: Afkar Jauhara and Tria Nurul Risqiyah. Data were collected through social media content observation and in-depth interviews. The findings indicate that the stigma encountered includes negative comments related to personality, sincerity in preaching, and public judgment on the creator’s personal background. Both informants responded to these challenges with different strategies: passive confrontation and normalization. They also demonstrated strong social responsibility by consistently delivering Islamic values in a relevant and adaptive manner in the digital space. The study concludes that digital preaching can be effectively sustained with sincere intention, community support, and the ability to adapt to the dynamics of social media.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konten kreator dakwah di media sosial, khususnya TikTok dan Instagram, menghadapi stigma negatif serta menunaikan tanggung jawab sosial mereka sebagai pendakwah digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus pada komunitas @betteryouthfoundation, dengan dua narasumber utama yaitu Afkar Jauhara dan Tria Nurul Risqiyah. Data diperoleh melalui observasi konten media sosial dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk stigma yang dihadapi meliputi komentar negatif terkait kepribadian, niat dakwah, dan penilaian publik terhadap tampilan atau latar belakang narasumber. Kedua narasumber mampu menghadapi stigma tersebut dengan strategi berbeda: konfrontasi pasif dan normalisasi. Keduanya juga menunjukkan bentuk tanggung jawab sosial yang kuat melalui konsistensi dalam menyampaikan nilai-nilai Islam secara relevan dan adaptif di ruang digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dakwah digital dapat terus berlangsung dengan efektif ketika dilakukan dengan keteguhan niat, dukungan komunitas, dan kemampuan adaptasi terhadap dinamika media sosial.

Downloads

Download data is not yet available.

References

“Aplikasi Tiktok Menjadi Media Hiburan Bagi Masyarakat Dan Memunculkan Dampak Ditengah Pandemi Covid-19 | MEDIALOG: Jurnal Ilmu Komunikasi.” Accessed February 2, 2025. https://jurnal-umbuton.ac.id/index.php/Medialog/article/view/962.

Ardiansyah, Yoga Muhammad. “TINDAK TUTUR ILOKUSI HATE SPEECH (UJARAN KEBENCIAN) NETIZEN DALAM KOLOM KOMENTAR MEDIA SOSIAL (INSTAGRAM DAN TIKTOK) PADA AKUN DENISE CHARIESTA.” Jurnal Penelitian, Pendidikan, Dan Pembelajaran 17, no. 2 (2022): 2. https://jim.unisma.ac.id/index.php/jp3/article/view/14843.

Dickinson, Rebecca, Ipsit Vahia, Aakanksha Singh, et al. “Exploring Digital Ageism: A Systematic Literature Review on Social Media and Aging.” The American Journal of Geriatric Psychiatry 32, no. 4 (2024): S130–31. https://doi.org/10.1016/j.jagp.2024.01.220.

Hadiah, Nur. “Peran Tiktok Sebagai Konten Islami Dalam Memberikan Pemahaman Keislaman Pada Mahasiswa Komunikasi Dan Penyiaran Islam Angkatan 2021 IAIN Parepare.” Undergraduate, IAIN Parepare, 2022. https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/4406/.

Hayatul Lisa, 200401004. “Kesiapan Berdakwah Menggunakan Media Tiktok Pada Kalangan Generasi Z (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Dakwah Dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry).” Other, UIN Ar-Raniry Fakultas Dakwah dan Komunikasi, 2024. https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/38648/.

“Kajian Literatur: Penggunaan Media Sosial Sebagai Sarana Dalam Meningkatkan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Generasi Muda | Indonesian Journal of Islamic Education.” Accessed February 3, 2025. https://www.ejournal.unma.ac.id/index.php/ijie/article/view/10114.

Maulidin, Syarif. “Pendidikan Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Sarana Dakwah Dan Pendidikan Pada Pelajar :” Journal Khafi : Journal Of Islamic Studies 3, no. 1 (2024): 1.

Media, Kompas Cyber. “Indonesia Pengguna TikTok Terbesar di Dunia, Tembus 157 Juta Kalahkan AS.” KOMPAS.com, October 28, 2024. https://tekno.kompas.com/read/2024/10/25/15020057/indonesia-pengguna-tiktok-terbesar-di-dunia-tembus-157-juta-kalahkan-as.

“TikTok- First Non-Facebook App to Reach 3 Bn Downloads.” Accessed January 12, 2025. https://sensortower.com/blog/tiktok-downloads-3-billion.

Published
2025-12-30
How to Cite
Hidayat, T., & M. Alfin Fatikh. (2025). Stigma Negatif Konten Kreator Dakwah dalam Menjalankan Tanggung Jawab Sosial. J-KIs: Jurnal Komunikasi Islam, 6(2), 385-396. https://doi.org/10.53429/j-kis.v6i2.1715