Komunikasi Lintas Budaya dalam Tradisi Dugderan Semarang Sebagai Medium Penguatan Kerukunan

  • Muhammad Kanzul Fikri Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
  • Siti Prihatiningtyas Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
  • Siti Solihati Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
Keywords: Dugderan, Komunikasi Budaya, Budaya, Dakwah

Abstract

Tradisi Dugderan di Semarang merupakan warisan budaya yang telah ada sejak 1881, berawal dari inisiatif Bupati RMTA Purbaningrat dan ulama Kyai Saleh Darat sebagai sarana pengumuman awal Ramadan, serta simbol akulturasi budaya Jawa, Arab, dan Tionghoa. Studi ini bertujuan mengkaji peran Dugderan sebagai medium komunikasi lintas budaya dan penguatan kerukunan sosial melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, observasi, dan wawancara mendalam terhadap pelaku serta pengelola tradisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik komunikasi lintas budaya dalam Dugderan tercermin melalui simbol-simbol seperti Warak Ngendog dan aktivitas pawai budaya yang melibatkan berbagai etnis, memperkuat toleransi dan kohesi sosial. Dugderan juga berfungsi sebagai media dakwah yang adaptif terhadap dinamika sosial, meski menghadapi tantangan pelestarian di tengah modernisasi dan komodifikasi budaya. Tradisi ini membuktikan efektivitas budaya dakwah dalam membangun harmoni masyarakat multikultural.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Triyanto, Nur Rokhmat, and Mujiyono -. “WARAK NGENDOG: SIMBOL AKULTURASI BUDAYA PADA KARYA SENI RUPA.” Komunitas 5, no. 2 (September 18, 2013). https://doi.org/10.15294/komunitas.v5i2.2735.

Alam, Syamsul, and Sri Muliana. “EKSPLORASI BUDAYA MASYARAKAT SEMARANG BERBASIS MODUL NUSANTARA MELALUI PROGRAM PERTUKARAN MAHASISWA MERDEKA UNIVERSITAS PGRI SEMARANG.” Selecta Education Journal 7, no. 1 (2024): 71–87.

Budiman, Muhammad Arief, and Universitas Aki. “SEMARANG TRADITION: DUGDERAN.” International Conference on Indonesian Studies 7, no. 1 (2023): 69–75.

Cahyono, Cahyono. “WARAK NGENDOG DALAM TRADISI DUGDERAN SEBAGAI REPRESENTASI IDENTITAS MUSLIM URBAN DI KOTA SEMARANG.” Jurnal Theologia 29, no. 2 (December 27, 2018): 339–62. https://doi.org/10.21580/teo.2018.29.2.2937.

Hadiati, Tri Lestari, and Darmawan Tri Budi Utomo. “Local People’s Political Thought Against Changes in Elite Political Decrees of the Ruler,” 2020.

Halim, Evelin Amelia, Marcellino Aditya Mahendra, and Christmastuti Nur. “Pengembangan Alat Permainan Edukatif Hasil Revitalisasi dari Tradisi Dugderan.” Prosiding Seminar Nasional Desain Sosial 11, no. 2 (2024): 33–47.

Hasanah, Ulfatun. “Arak-Arakan Simbol Warak Ngendog Sebagai Media Dakwah.” Al-I’lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam 3, no. 1 (September 25, 2019): 55. https://doi.org/10.31764/jail.v3i1.1367.

Jihanashofaπ, Ainaila, and Diani Apsari. “PERANCANGAN MEDIA INFORMASI TENTANG TRADISI DUGDERAN DI KOTA SEMARANG UNTUK ANAK USIA 7-9.” e-Proceeding of Art & Design 12, no. 1 (Fberuari 2025): 2411–28.

Puspita, Sovie Kresnadayanti. “KAJIAN INTERDISIPLIN: TELAAH SENI RUPA DAN TARI MELALUI TEORI AKULTURASI DAN TEORI MOTIVASI PADA TARI RONGGENG WARAK KARYA TARI SEKAR KEMUNING.” Jurnal of Islamic Art and Architecture (JIAA) 1, no. 2 (Oktober 2023): 69–73.

Ratnawati, Devi, Nurhadi Nurhadi, and Abdul Rahman. “Pembentukan Identitas Tionghoa Muslim di Kalangan Persatuan Islam Tionghoa Indonesia Semarang.” Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya 8, no. 4 (November 10, 2022): 1237. https://doi.org/10.32884/ideas.v8i4.998.

Rigitta, Nevin Maulana, and Anisatul Auliya. “TRADISI DUGDERAN SEBAGAI STRATEGI PROMOSI PEMASARAN WISATA DI KOTA SEMARANG.” Jurnal Sosial Humaniora Terapan 05, no. 02 (2023).

Sari, Pambayun Mustika Rahayu. “SILATURAHIM SEBAGAI BENTUK UTAMA DALAM KEPEDULIAN SOSIAL PADA TRADISI WEH-WEHAN DI KALIWUNGU.” Prosiding Seminar Nasional Desain Sosial 8, no. 1 (2019): 113–21.

Senoprabowo, Abi, Khamadi Khamadi, and Yumna Anindya Septian. “Komik Digital Warak Ngendog Untuk Memperkenalkan Nilai Kearifan Lokal Kepada Anak Di Kota Semarang.” Prosiding Seminar Nasional Desain Komunikasi Visual 1, no. 1 (October 5, 2021): 1–13. https://doi.org/10.33479/sndkv.v1i.76.

Septemuryantoro, Syaiful Ade. “POTENSI AKULTURASI BUDAYA DALAM MENUNJANG KUNJUNGAN WISATAWAN DI KOTA SEMARANG.” LITE: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya 16, no. 1 (March 31, 2020): 75–94. https://doi.org/10.33633/lite.v1i1.3434.

Setyaningsih, Rina. “AKULTURASI BUDAYA JAWA SEBAGAI STRATEGI DAKWAH.” Ri’ayah: Jurnal Sosial dan Keagamaan 5, no. 01 (July 29, 2020): 73. https://doi.org/10.32332/riayah.v5i01.2304.

Susanti, Martien Herna. “BAB IV. KEARIFAN LOKAL SEBAGAI MODAL SOSIAL DALAM MENGEMBANGKAN TOLERANSI UMAT BERAGAMA DI KOTA SEMARANG.” Book ChapterHukum dan Politik dalam Berbagai Perspektif 1, no. 2 (2024): 69–81.

Published
2025-12-30
How to Cite
Kanzul Fikri, M., Siti Prihatiningtyas, S. P., & Siti Solihati. (2025). Komunikasi Lintas Budaya dalam Tradisi Dugderan Semarang Sebagai Medium Penguatan Kerukunan. J-KIs: Jurnal Komunikasi Islam, 6(2), 371-384. https://doi.org/10.53429/j-kis.v6i2.1626