Analisis Maslahah Mursalah terhadap Pelaksanaan Adat Butayuh pada Masyarakat Desa Sukanegara, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat
Abstract
This study examines the implementation of the Butayuh custom among the people of Sukanegara Village, Pesisir Tengah District, Pesisir Barat Regency, and analyzes it from the perspective of Maslahah Mursalah. The research focuses on how the Butayuh custom is implemented and how it is viewed through the concept of Maslahah Mursalah. This study aims to describe the implementation of the custom and analyze the benefits embodied in the tradition. This research is a field study employing a qualitative method with a normative-empirical approach. Data were collected through interviews, observation, and documentation and analyzed descriptively and analytically using the theory of Maslahah Mursalah. The findings show that the Butayuh custom remains part of the local marriage tradition and contains beneficial values, particularly in preserving customs and strengthening social and family relationships. The tradition may be accepted as long as its implementation does not contradict the principles of Islamic law.
References
Abdullah, A. (2004). Studi agama: Normativitas atau historisitas? Pustaka Pelajar.
Ali, Z. (2011). Hukum Islam: Pengantar ilmu hukum Islam di Indonesia. Sinar Grafika.
Al Ayyubi, M. S., & Afif, A. (2025). Tinjauan maslahah mursalah terhadap tradisi weton dalam perkawinan: Studi kasus di Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. Jurnal Ilmiah Nusantara, 2(5), 734–745. https://doi.org/10.61722/jinu.v2i5.5546
Aziz, A. (2017). Kedudukan adat dalam Islam ('urf) dalam sistem hukum Islam. Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum, 1(2), 183–198.
Hafid, M. H. (2020). Teori dan metodologi hukum Islam. Alauddin University Press.
Hilmi, M., Fabriar, S. R., & Soleha, D. W. (2022). Nilai-nilai dakwah dalam tradisi upacara pernikahan Nayuh: Studi kasus masyarakat adat Lampung suku Saibatin Kabupaten Pesisir Barat. Mawa'izh: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan, 13(2), 147–167. https://doi.org/10.32923/maw.v13i02.2498
Irawan, I. (2023). Perkawinan adat Butayuh di Pekon Tanjung Jati Kecamatan Lemong Kabupaten Pesisir Barat ditinjau dari hukum Islam [Skripsi, Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung].
Jalil, M. (2015). Adat dan syariat: Relasi dan pergumulan dalam hukum Islam. Jurnal Al-Ihkam, 10(2), 277–294.
Kadir, A. (2019). Metodologi penelitian hukum. Rajawali Pers.
Millah, N. I., & Kusmawan, A. (2023). Sistem pernikahan Nyakak masyarakat adat Lampung Saibatin perspektif mubadalah. El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law, 4(2). https://doi.org/10.24042/el-izdiwaj.v4i2.19390
Mutammimah, B., & Saiban, K. (2024). Tradisi Kromojati dalam pernikahan perspektif maslahah mursalah. Al-Maslahah: Jurnal Ilmu Syariah, 20(1), 58–73.
Ningrum, C. R. (2017). Fungsi Tari Nyambai pada upacara perkawinan adat Nayuh pada masyarakat Saibatin di Pesisir Barat Lampung. Joged: Jurnal Seni Tari, 8(2). https://doi.org/10.24821/joged.v8i2.1887
Observasi langsung peneliti terhadap pelaksanaan adat Butayuh di Desa Sukanegara. (2025, November 25).
Oktavia, Y. (2023). Relasi kuasa dan mitos dalam tradisi Ngundang Matu Lampung Sai Batin di Krui Kecamatan Pesisir Tengah [Skripsi, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung].
Putri, A. H., et al. (2024). Hukum adat: Pemberian gelar adok dalam pernikahan adat Saibatin Desa Bulok Kalianda. Qawanin Jurnal Ilmu Hukum, 5(1), 32–44. https://doi.org/10.56087/qawaninjih.v5i1.469
Santika, T. (2021). Tradisi Nayuh dalam perkawinan masyarakat Lampung Saibatin perspektif hukum Islam [Skripsi, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung].
Saraswati, A., Siregar, L. S. B., & Parut, W. (2024). Customary authority in the Deduaian tradition of Lampung Saibatin marriage from Islamic legal perspectives. USRATY: Journal of Islamic Family Law, 2(2), 144–152. https://doi.org/10.30983/usraty.v2i2.8688
Siregar, N. H. M., Siregar, S., Sakti, I., Munthe, I. P., & Dasopang, N. (2026). Maslahah mursalah sebagai dasar kewajiban pencatatan perkawinan. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 6059–6070. https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.4098
Suyuthi, I. (2005). Al-Asybah wa an-nazha'ir fi qawa'id al-fiqhiyyah. Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
Wawancara dengan Bapak Hendri, tokoh adat, mengenai pelaksanaan adat Butayuh pada masyarakat Desa Sukanegara. (2025, Desember 5).
Wawancara dengan Febri dan Levia, pasangan pengantin yang melaksanakan adat Butayuh, Desa Sukanegara. (2025, Desember 5).
Copyright (c) 2026 Islamic Law: Jurnal Siyasah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

