Analisis Semiotika Pesan Dakwah Voice of Baceprot dalam Album “Jalan Kebenaran”
Abstract
Perkembangan teknologi yang semakin pesat pada era saat ini membuka peluang luas bagi dunia dakwah untuk beradaptasi dan memanfaatkan berbagai media baru. Aktivitas dakwah tidak lagi terbatas pada pengajian di masjid, majelis taklim, atau bentuk-bentuk tradisional lainnya. Beragam media komunikasi kini dapat digunakan sebagai sarana penyampaian pesan keagamaan, termasuk melalui musik. Musik, khususnya lirik lagu, memiliki kekuatan komunikatif yang mampu menyampaikan pesan moral, sosial, maupun religius secara persuasif dan dapat diterima oleh berbagai kalangan. Penelitian ini berangkat dari fenomena tersebut dengan memfokuskan perhatian pada lirik lagu milik sebuah grup musik perempuan asal Garut, Jawa Barat, yaitu Voice of Baceprot. Grup metal ini dikenal karena mengangkat isu-isu sosial, moral, dan kemanusiaan melalui karya-karyanya, sehingga menarik untuk dikaji dari perspektif dakwah. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Data dianalisis menggunakan teori Semiotika Roland Barthes yang menitikberatkan pada pembacaan tanda dalam dua level, yaitu denotasi dan konotasi. Melalui analisis ini, penelitian bertujuan mengidentifikasi tanda-tanda dalam lirik lagu Voice of Baceprot serta mengungkap pesan-pesan dakwah yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik-lirik mereka tidak hanya memuat kritik sosial dan ajakan moral, tetapi juga mengandung nilai-nilai dakwah yang sejalan dengan prinsip-prinsip keislaman, seperti keadilan, kepedulian, dan refleksi keberagamaan. Dengan demikian, musik metal dapat menjadi medium alternatif dakwah yang relevan bagi generasi modern.
Kata Kunci: Dakwah, Musik, Voice of Baceprot, Semiotika Roland Barthes, Lirik Lagu.





